KALTIMNEWS.CO — Menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Timur, dinamika organisasi mulai bergerak ke fase yang lebih serius. Nama-nama kandidat tak lagi hanya beredar di ruang percakapan internal, tetapi mulai menunjukkan konsolidasi dukungan secara terbuka.
Di tengah situasi itu, H Muhammad Nasir resmi mengembalikan formulir pencalonan Ketua BPW KKSS Kaltim di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Rabu, 21 Mei 2026.
Ia datang sekitar pukul 11.00 Wita bersama istrinya, Ketua Tim Sukses Ramdhan Dg Lili, serta rombongan pendukung. Kehadiran mereka disambut Ketua Panitia Pemilihan dan Verifikasi (Panliver) Muswil IX KKSS Kaltim, Zulkifli Alkaf, didampingi Ketua KKSS Kaltim H Alimuddin Latief.
Pengembalian formulir itu memang bagian dari tahapan pencalonan. Namun di dalam tradisi organisasi paguyuban seperti KKSS, momentum semacam ini sering dibaca lebih jauh dari sekadar proses administratif.
Yang diperhatikan bukan hanya siapa yang maju, tetapi juga siapa yang berada di belakangnya. Dukungan wilayah, kedekatan dengan tokoh senior, hingga kemampuan membangun komunikasi antar-BPD menjadi bagian dari pembacaan politik menjelang Muswil.
H Nasir datang dengan membawa dukungan awal dari empat Badan Pengurus Daerah (BPD): Bontang, Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur. Dukungan itu menjadi modal awal untuk melangkah ke forum pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei mendatang.
Dalam keterangannya, H Nasir mencoba menempatkan pencalonannya sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi.
“Bismillah, saya datang bukan hanya untuk maju sebagai calon ketua, tetapi membawa semangat baru untuk memperkuat persaudaraan dan memajukan KKSS Kaltim,” kata H Nasir.
Ia mengatakan KKSS perlu bergerak lebih aktif, bukan hanya menjaga hubungan kekeluargaan antarwarga Sulawesi Selatan di perantauan, tetapi juga menghadirkan program yang lebih nyata bagi masyarakat.
Karena itu, H Nasir kembali menegaskan komitmennya menyiapkan bantuan organisasi sebesar Rp500 juta setiap tahun apabila dipercaya memimpin KKSS Kaltim.
Menurut dia, dana tersebut akan diarahkan untuk kegiatan sosial, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemberdayaan ekonomi warga KKSS di Kalimantan Timur.
“Kalau diberi amanah, saya ingin KKSS lebih kuat dalam kontribusi dan lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Komitmen itu segera menjadi perbincangan di internal KKSS. Di tengah banyak organisasi paguyuban yang bergantung pada iuran dan partisipasi anggota, kesiapan pendanaan sering kali menjadi faktor penting dalam menjalankan program organisasi.
Muswil IX KKSS Kaltim sendiri mulai memperlihatkan dinamika yang berbeda dibanding periode sebelumnya. Komunikasi antarpendukung kandidat bergerak semakin aktif dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah figur mulai membangun poros dukungan di berbagai daerah.
Meski demikian, narasi persatuan masih menjadi isu utama yang terus dikedepankan hampir semua kandidat.
Ketua Panliver Muswil IX KKSS Kaltim, Zulkifli Alkaf, mengatakan seluruh tahapan pencalonan akan dijalankan sesuai aturan organisasi.
“Hari ini H Muhammad Nasir resmi mengembalikan formulir beserta dokumen persyaratan pencalonan. Selanjutnya akan dilakukan proses verifikasi oleh panitia,” kata Zulkifli.
Ia berharap dinamika Muswil tetap berjalan dalam suasana kekeluargaan dan tidak memunculkan fragmentasi di internal organisasi.
Sementara itu, Ketua Tim Sukses H Nasir, Ramdhan Dg Lili, menilai dukungan dari empat BPD menjadi sinyal awal bahwa keinginan perubahan mulai tumbuh di tubuh KKSS Kaltim.
“Kami terus membangun komunikasi dengan seluruh keluarga besar KKSS di daerah. Fokus kami bukan hanya memenangkan kontestasi, tetapi memastikan KKSS tetap solid,” ujarnya.
Muswil IX KKSS Kaltim akan berlangsung di tengah situasi organisasi yang mulai dipenuhi konsolidasi antarfigur. Di balik wajah kekeluargaan yang selama ini menjadi identitas KKSS, forum pemilihan kali ini perlahan memperlihatkan bagaimana pengaruh dan dukungan politik organisasi sedang dibentuk. (rif/kaltimnews.co)