KALTIMNEWS.CO — Dr H Ridwan Tasa resmi masuk dalam kontestasi pemilihan Ketua BPW Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Timur setelah menyerahkan berkas pencalonan kepada Panitia Pemilihan dan Verifikasi (Panliver) Musyawarah Wilayah (Muswil) IX KKSS Kaltim, Kamis, 21 Mei 2026.
Kehadiran Ridwan Tasa di Hotel Puri Senyiur Samarinda langsung menyita perhatian sejumlah tokoh dan warga KKSS yang hadir. Ia datang bersama rombongan pendukung dan disambut dengan prosesi pengalungan sarung tenun oleh Ketua Kerukunan Keluarga Besar Makassar (KKBM) Kaltim, H Muhammad Jawad.
Setelah prosesi penyambutan, Ridwan Tasa langsung diterima Ketua Panitia Pemilihan dan Verifikasi (Panliver) Muswil IX KKSS Kaltim, Zulkifli Alkaf, didampingi Ketua KKSS Kaltim H Alimuddin Latief.
Di tengah mulai menghangatnya dinamika Muswil IX KKSS Kaltim, kehadiran Ridwan Tasa dinilai menjadi salah satu penanda bahwa kontestasi organisasi kini mulai memasuki fase serius.
Ridwan datang tidak hanya membawa formulir pencalonan, tetapi juga dukungan politik yang cukup besar dari daerah.
Ia tercatat mengantongi enam dukungan Badan Pengurus Daerah (BPD) dari total 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Keenam dukungan itu berasal dari BPD Samarinda, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, Paser, Balikpapan, dan Berau.
Jumlah tersebut menjadikan Ridwan Tasa sebagai kandidat dengan dukungan awal terbanyak pada tahap pengembalian formulir pencalonan.
Dalam tradisi politik organisasi seperti KKSS, dukungan BPD tidak sekadar menjadi syarat administratif untuk maju sebagai calon ketua. Ia juga mencerminkan tingkat penerimaan kandidat, kekuatan komunikasi politik, serta kemampuan membangun konsolidasi antarwilayah.
Ridwan Tasa mengatakan dirinya ingin membawa KKSS menjadi organisasi yang lebih kuat dalam menjaga persaudaraan dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan di Kalimantan Timur.
“KKSS adalah rumah besar warga Sulawesi Selatan di Kalimantan Timur. Karena itu, saya datang bukan hanya membawa dukungan, tetapi juga semangat untuk menjaga persaudaraan dan memperkuat peran organisasi agar lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ridwan Tasa kepada wartawan.
Menurut dia, dukungan dari enam BPD merupakan amanah besar yang harus dijaga bersama.
“Kontestasi ini bukan soal menang atau kalah semata, tetapi bagaimana KKSS tetap solid dan mampu melahirkan kepemimpinan yang bisa merangkul semua pihak,” katanya.
Ridwan juga menyebut Muswil IX harus menjadi momentum pembaruan organisasi, termasuk memperkuat konsolidasi daerah dan membuka ruang lebih luas bagi generasi muda KKSS.
“Kami ingin Muswil ini menjadi momentum pembaruan organisasi dan memperkuat konsolidasi daerah. Generasi muda juga harus diberi ruang lebih besar untuk ikut membangun KKSS,” ujarnya.
Ketua Panliver Muswil IX KKSS Kaltim, Zulkifli Alkaf, mengatakan seluruh tahapan pencalonan akan berjalan sesuai aturan organisasi.
“Hingga penutupan tahapan pengembalian formulir, terdapat dua bakal calon yang resmi menyerahkan berkas pencalonan kepada panitia. Selanjutnya kami akan melakukan proses verifikasi administrasi sesuai mekanisme organisasi,” kata Zulkifli.
Ia berharap seluruh dinamika Muswil tetap berjalan dalam suasana kekeluargaan.
“Kami mengapresiasi seluruh kandidat dan pendukung yang tetap menjaga semangat persaudaraan. Panitia berkomitmen menjalankan proses secara profesional dan netral,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KKSS Kaltim H Alimuddin Latief menilai tingginya antusiasme kandidat menunjukkan besarnya harapan warga terhadap masa depan organisasi.
“Muswil ini bukan hanya soal memilih ketua baru, tetapi menentukan arah KKSS Kaltim ke depan agar semakin solid dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Alimuddin.
Muswil IX KKSS Kaltim sendiri dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei mendatang di Hotel Puri Senyiur Samarinda. Dengan mulai terbukanya peta dukungan antarwilayah, forum pemilihan kali ini diperkirakan menjadi salah satu kontestasi paling dinamis dalam perjalanan KKSS Kaltim beberapa tahun terakhir. (rif/kaltimnews.co)