KALTIMNEWS.CO – Komitmen DPRD Kota Samarinda dalam memastikan pembangunan yang berkeadilan kembali ditegaskan oleh Anggota DPRD Samarinda, Harminsyah P, SE, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Samarinda Seberang, Rabu, (4/2/2026).
Kehadiran politisi senior dari Partai Gelora Samarinda ini menjadi sinyal kuat bahwa proses perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan tidak dibiarkan berjalan tanpa pengawalan legislatif. Musrenbang, menurut Harminsyah, adalah titik krusial yang menentukan apakah suara masyarakat benar-benar akan bertransformasi menjadi kebijakan konkret atau justru berhenti sebagai catatan administratif semata.
Dalam forum yang mempertemukan unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, perwakilan Bapperida Kota Samarinda, serta tokoh-tokoh masyarakat tersebut, Harminsyah menegaskan bahwa Musrenbang tidak boleh dipandang sebagai rutinitas tahunan tanpa dampak nyata.
“Musrenbang ini bukan sekadar formalitas. Inilah ruang paling jujur bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan riil mereka. Tugas kami di DPRD adalah memastikan aspirasi itu diterjemahkan ke dalam kebijakan anggaran yang tepat sasaran,” tegasnya.
Drainase, Jalan Lingkungan, dan Ancaman Banjir
Sepanjang jalannya Musrenbang, berbagai aspirasi warga mengemuka, dengan isu perbaikan drainase dan semenisasi jalan lingkungan kembali menjadi sorotan utama. Kondisi infrastruktur yang belum memadai dinilai masih menjadi penyebab utama terjadinya genangan dan banjir musiman, sekaligus menghambat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Harminsyah mengakui bahwa persoalan tersebut bukan hal baru, namun justru itulah yang membuatnya harus terus didorong sebagai prioritas pembangunan.
“Kalau drainase dan jalan lingkungan tidak dibenahi secara serius, maka dampaknya akan terus berulang. Banjir bukan hanya merusak fasilitas, tapi juga memukul ekonomi warga. Karena itu, usulan-usulan ini harus ditempatkan sebagai kebutuhan mendesak,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD akan mendorong agar setiap usulan infrastruktur yang masuk dalam Musrenbang memiliki skala prioritas yang jelas, dengan orientasi pada manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Pembangunan Harus Menyentuh Ekonomi Warga
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Harminsyah juga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan latar belakang pendidikan ekonomi (SE), ia menilai bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas ekonomi warga.
Menurutnya, Kecamatan Samarinda Seberang memiliki potensi besar sebagai sentra kerajinan dan kuliner, namun masih membutuhkan sentuhan kebijakan yang tepat, mulai dari pelatihan, inovasi produk, hingga akses permodalan.
“Kita tidak bisa hanya membangun jalan dan drainase, tapi lupa membangun manusianya. Pelatihan berbasis keterampilan, program peningkatan kapasitas UMKM, dan dukungan modal harus menjadi bagian dari perencanaan pembangunan,” kata Harminsyah.
Ia menegaskan bahwa UMKM yang kuat akan menjadi bantalan ekonomi masyarakat, terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang masih terbatas.
Dikawal Hingga Meja Anggaran DPRD
Menutup keterangannya, Harminsyah memastikan bahwa seluruh hasil Musrenbang Kecamatan Samarinda Seberang tidak akan berhenti pada tahap perencanaan. Ia berjanji akan mengawal setiap usulan yang telah disepakati agar masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan diperjuangkan dalam rapat-rapat anggaran DPRD.
“Tugas kami di DPRD adalah mengawal suara masyarakat sampai ke meja paripurna. Meski kondisi APBD terbatas, kami ingin pembangunan di Samarinda Seberang berjalan merata dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Musrenbang Kecamatan Samarinda Seberang ini turut dihadiri Camat Samarinda Seberang, seluruh lurah se-kecamatan, perwakilan Bapperida Kota Samarinda, serta tokoh masyarakat, yang secara aktif menyampaikan aspirasi dan masukan terkait arah pembangunan wilayah ke depan. (*/Rief/Kaltimnews.co)