KALTIMNEWS.CO – Irwan–Rasyid memastikan gelar juara usai menumbangkan pasangan tangguh Sape/Budi dari Gardu MPDC di partai final yang berlangsung sengit. Sorak sorai penonton pecah saat kartu penentu kemenangan ditutup.
“Alhamdulillah kami bisa tampil sebagai juara setelah menjalani pertandingan panjang sejak siang tadi,” ujar Irwan dan Rasyid kepada Kaltimnews.co, Rabu (11/2/2026) dini hari, dengan wajah penuh rasa syukur.
Turnamen yang menjadi yang terbesar di Palaran ini memang berlangsung maraton. Sebanyak 128 pasangan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur ambil bagian, menjadikan arena pertandingan dipenuhi semangat kompetisi dan kebersamaan.
Ketua panitia, Heruddin, menyampaikan bahwa total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp12 juta dan dibagikan kepada delapan pasangan terbaik.
“Juara satu sampai delapan mendapatkan hadiah dengan nominal berbeda. Untuk juara satu hingga empat, selain uang pembinaan juga mendapat trofi dan piagam. Sementara juara lima sampai delapan mendapat piagam dan uang pembinaan,” jelasnya.
Di balik suksesnya gelaran ini, Ketua Pengca Pordi Palaran, Arief Kaseng, menyebut turnamen tersebut sebagai langkah awal kebangkitan domino di Kecamatan Palaran.
“Ini kegiatan perdana di wilayah Palaran, dan alhamdulillah antusiasme masyarakat luar biasa. Atmosfer domino di sini ternyata sangat digandrungi,” ujar Arief, yang sebelumnya menjabat Ketua Gardu 26 Paris Domino Palaran.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Samarinda, Harminsyah, yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya turnamen perdana sekaligus terbesar di Palaran tersebut.
“Kami berterima kasih atas dukungan penuh yang diberikan sehingga acara ini bisa terlaksana dengan baik. Apresiasi juga saya sampaikan kepada seluruh panitia yang telah bekerja marathon dari perencanaan hingga acara ini selesai dengan sukses,” tutup Arief.
Turnamen Domino Paris 26 bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, ajang ini menjadi bukti bahwa domino kini tumbuh sebagai olahraga komunitas yang solid, kompetitif, dan mampu menyatukan masyarakat lintas wilayah di Palaran. (*/redaksi/kaltimnews)