KALTIMNEWS.CO – Organisasi Olahraga Domino (Orado) Kalimantan Timur akan menggelar rangkaian Kejuaraan Cabang (Kejurcab) domino di 10 kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur sebagai tahapan awal penjaringan atlet terbaik.
Ketua Orado Kaltim, H. Muhammad Awaluddin, mengatakan pelaksanaan Kejurcab sepenuhnya diberikan kewenangan kepada masing-masing daerah. Namun seluruh rangkaian kejuaraan tersebut harus rampung sebelum pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kaltim.
“Kita memberikan kewenangan kepada masing-masing kabupaten dan kota untuk melaksanakan Kejurcab. Yang penting seluruh rangkaian kejuaraan itu harus sudah selesai sebelum Kejurprov digelar,” ujar Awaluddin.
Dalam Kejurcab tersebut, setiap daerah akan menyeleksi dua pasangan juara dari dua kategori yang dipertandingkan, yakni kategori junior usia 14 hingga 18 tahun dan kategori senior usia 18 tahun ke atas.
Para juara dari masing-masing daerah nantinya akan bertanding kembali pada ajang Kejurprov Domino Kaltim yang dijadwalkan berlangsung pada 4–5 April 2026 di Gedung Korem Samarinda.
Menurut Awaluddin, Kejurprov ini menjadi momentum penting bagi Orado Kaltim untuk menemukan bibit-bibit atlet domino yang akan dipersiapkan menuju ajang nasional.
“Atlet yang tampil di Kejurprov nantinya akan diseleksi untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Domino yang akan digelar di Bogor pada 24 hingga 26 April mendatang,” jelasnya.
Pada ajang Kejurnas tersebut, sistem seleksi tetap sama, yakni akan diambil dua pasangan terbaik dari kategori junior dan senior untuk mewakili Kalimantan Timur.
Awaluddin juga menegaskan bahwa Orado Kaltim akan memberikan dukungan penuh kepada para atlet yang terpilih.
“Seluruh biaya bagi atlet yang lolos dan mewakili Kalimantan Timur di Kejurnas akan ditanggung oleh Orado,” tegasnya.
Selain kategori utama, pada Kejurprov Kaltim juga akan dibuka kelas tambahan berupa open turnamen yang dapat diikuti oleh peserta umum. Namun kelas tersebut tidak masuk dalam skema seleksi atlet yang akan dikirim ke Kejuaraan Nasional.
“Kelas open turnamen ini hanya untuk meramaikan kompetisi dan memberi kesempatan kepada peserta lain untuk ikut bertanding. Namun tidak menjadi bagian dari seleksi atlet ke Kejurnas,” pungkas Awaluddin. (rif/kaltimnews.co)