KALTIMNEWS.CO – Transformasi sistem parkir digital yang mulai diterapkan di berbagai titik Kota Samarinda dinilai tidak hanya membawa perubahan pada sistem pembayaran, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
DPRD Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan untuk menyiapkan program pelatihan dan pemberdayaan warga sekitar agar mampu terlibat langsung dalam pengelolaan parkir berbasis teknologi.
Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menilai digitalisasi parkir harus menjadi momentum peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), bukan sekadar perubahan alat pembayaran dari tunai menjadi elektronik.
Menurutnya, masyarakat lokal perlu diberikan kesempatan menjadi bagian dari sistem baru tersebut melalui pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan.
"Kalau sistem parkir sudah berbasis digital, maka masyarakat juga harus dibekali kemampuan untuk mengelolanya. Jangan sampai teknologi berkembang, tetapi warga sekitar justru tidak ikut merasakan manfaatnya," ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Celni mengatakan pelatihan tidak hanya berisi penggunaan aplikasi atau perangkat digital, tetapi juga harus mencakup pelayanan publik, manajemen parkir, hingga pemahaman tata kelola retribusi daerah.
Ia menilai langkah tersebut akan menciptakan tenaga kerja yang lebih profesional sekaligus membuka peluang pekerjaan baru bagi masyarakat di sekitar kawasan parkir.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal menjadi penting karena mereka memiliki pemahaman terhadap kondisi lingkungan sekitar serta dapat membantu menciptakan sistem pengelolaan yang lebih tertib dan aman.
Selain meningkatkan kompetensi tenaga kerja, program tersebut juga dinilai mampu memperkuat ekonomi masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan keterampilan digital pada berbagai sektor pekerjaan.
Celni berharap pemerintah segera merancang program pelatihan yang melibatkan operator parkir dan penyedia teknologi agar masyarakat dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan sistem yang sedang berjalan.
"Dengan pelatihan yang tepat, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi bisa menjadi pelaku utama dalam pengelolaan parkir digital di Samarinda," katanya. (*/adv/rif/kaltimnews.co)