Skip to content

Polresta Samarinda, Diminta Tindak Tegas Oknum Perusuh Jelang Pemilu

Kapolresta Samarinda: Kami sambut baik

Dipublikasikan: 10 Apr 2019, 01:06
Polresta Samarinda, Diminta Tindak Tegas Oknum Perusuh Jelang Pemilu
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto saat bertemu dengan Forum Silaturahmi LSM dan Ormas di ruangannya Rabu (10/4/2019) Pagi. (FOTO : ISTIMEWA )
KALTIMNEWS.CO,Samarinda - Sekira pukul 08.00 wita sejumlah perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi Masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Forum silaturahmi LSM dan Ormas Kaltim menemui Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto di Makopolresta Samarinda Jl Slamet Riyadi, Rabu (10/4/2019). Kepada kaltimnews.co, Vendra Riviyanto, mengatakan, kedatangan Forum silaturahmi LSM dan Ormas tersebut menemui dirinya itu untuk menyampaikan sikap terkait aksi demonstrasi yang dilakukan saat jelang pemilu. "Intinya penyampaian sikap, forum silaturahmi LSM dan ormas ini menuntut kepada semua pihak baik masyarakat maupun mahasiswa untuk tidak melakukan aksi demonstrasi saat jelang pemilu, intinya ada empat poin dalam pernyataan sikapnya tersebut," katanya. Selain itu sambung Vendra, Forum silaturahmi LSM dan Ormas ini juga meminta kepihaknya untuk tidak memberikan izin demonstrasi selama jelang pemilu. " Kami menyambut baik keinginan positif dari para LSM dan Ormas ini mengingat sekarang ini merupakan waktu jelang pemilu yang mana semua masyarakat berkewajiban menjaga dan mengamankan wilayah jelang pemilu," sebutnya. Sementara itu, ketua LSM Pusaka, H. Ramadhansyah yang di daulat menjadi Ketua Forum Silahturahmi Organisasi LSM dan Ormas mengatakan jika dirinya mengecam keras atas aksi yang dilakukan oleh masyarakat maupun mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi jelang pemilu 2019, apalagi demonstrasi yang dilakukan tersebut selalu berujung ricuh. "Oleh karena itu kami datang ke Makopolresta untuk menyampaikan sikap sekaligus meminta kepada aparat kepolisian untuk tidak memberikan tindakan tegas kepada oknum yang berbuat rusuh dan merusak kemanan jelang pemilu," tutur Ramadhansyah (*)