KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Sekira pukul 14.30 Wita Presiden RI Joko Widodo mengumumkan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur (Kaltim), Jokowi menyampaikan pemindahan Ibu kota melalui pernyataan resminya di Istana Presiden Jakarta di dampingi Wakil Presiden Yusuf Kalla, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Senin (26/8/2019) siang.
Untuk Lokasinya Presiden dalam pernyataannya menyampaikan jika di lokasi Ibukota Negara berada di Wilayah sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kutai Katanegara (Kukar). Dipilihnya lokasi ini menurut Presiden lantaran lokasi ini bebas dari rawan bencana nasional baik banjir maupun Tsunami, tanah longsor.
"Resiko bencana minimal, baik dari Tsunami, longsor, Gunung meletus, selain itu Kaltim termasuk daerah yang strategis, berada didekat tengah pulau indonesia. Beban Pulau jawa 54% dari total penduduk Indonesia, beban ini akan lebih berat jika tetap ada di pulau jawa, total kebutuhan ibukota baru 466 Triliun, 19% apbn skema kerjasama pengelolan asset dari Jakarta dan daerah ibukota baru, kemacetan lalulintas dan polusi udara harus segera ditangani, kesenjangan ekonomi semakin meningkat meskipun telah dilakukan otonomi daerah,” ujar Jokowi.
Menurut Presiden Jokowi pemindahan Ibukota Negara paling lambat rampung pada tahun 2024 mendatang, sementara Jakarta akan di jadikan sebagai pusat Bisnis internasional
Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, mengatakan, pada 2020 fase persiapan dimulai. Pada fase tersebut, ujar dia, selain mematangkan undnag-undangnya, pemerintah juga mempersiapkan masterplan dan desain. "Dan juga kemudian kita siapkan, apakah lahan siap, adapun pembangunan infrastruktur harus selesai pada tahun 2014,” ujar Bambang
“Masalah tata ruang akan berbarengan dengan perjalanan lain, mengingat lokasi tersebut merupakan Tanah Negara, jadi saya kira tidak ada masalah dalam pengerjaan pembangunan infrastrukturnya, adapun Desain kawasan, dan tata ruang kami akan rampungkan pada tahun 2019 hingga 2020, Akhir 2020 infrastruktur mulai konstruksi, paling lambat 2024 sudah dilakukan pemindahan,” jelasnya.
Sementara Itu, terkait kesiapan Kalimantan Timur di tunjuk sebagai Ibu Kota Negara RI, di jawab Gubernur Kaltim, Isran Noor. Menurutnya hingga kini Kaltim. “Kami siap masyarakat siap, kami akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak pemerintah kota Kukar PPU Kota Samarinda,” ujar Isran (*)