Skip to content

Senin Esok Ruas Jalan Ini Akan Ditutup dan Dialihkan ,,, Ini Penyebabnya

Warga Tidak Terima, sebut Demonstrasi Mengganggu Pengguna Jalan

Dipublikasikan: 07 Apr 2019, 04:29
Senin Esok Ruas Jalan Ini Akan Ditutup dan Dialihkan ,,, Ini Penyebabnya
Aksi Unjuk rasa yang dilakukan beberapa waktu lalu, aksi ini kemudian diwarnai dengan aksi leparan batu yang kemudian membuat beberapa personel Polresta samarinda harus mendapatkan perawatan khusus lantaran mengalami luka di kepala akibat lemparan batu pengujuk rasa (Foto: Istimewa)

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Sejumlah ruas jalan di kota samarinda Senin (8/4/2019) Esok dipastikan akan mengalami kemacetan lantaran perubahan arus lalulintas. Perubahan arus lalulintas tersebut terjadi di pertigaan Jl Slamet RiyadiTeluk Lerong - Antasari dipresiksi bakal terjadi mulai sekira pukul 09.00 Wita. Demikian disampaikan Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Rivianto melalui Kasubag Humas Polresta Samarinda, Ipda Danovan kepada kaltimnews.co melaluai telepon selulernya, Minggu (7/4/2019) Siang.

Disebutkan Danovan, perubahan arus lalulintas yang dilakukan pihaknya lantaran akan terjadi terjadi aksi unjuk rasa oleh Aliansi Masyarakat Peduli Karst Kalimantan Timur (AMPK) di depan kantor Gubernur Kaltim.

“Sesuai dengan surat pemberitahuan yang kami terima dari AMPK, bahwa besok (Senin) akan terjadi aksi unjuk rasa, oleh kerena itu kami terpaksa mengalihkan jalur yang menuju ke arah Jl Gajamada mulai dari sekira pukul 09.00 hingga aksi ujuk rasa selesai, lantaran diperkirakan akan terjadi aksi tutup jalan oleh pengujuk rasa diwilayah tersebut,” ujar Danovan.

Untuk diketahui, Aksi unjuk rasa ini merupakan buntut dari aksi sebelumnya, dimana dalam aksio tersebut sempat diwarnai dengan aksi lemparan batu oleh para pengujuk rasa yang mengakibatkan beberapa Personel Polresta Samarinda mengalami luka di Kepala akibat lemparan batu.

Sementara itu sejumlah warga pengguna jalan mengaku terganggu atas aksi yang akan digencarkan oleh AMPK tersebut, warga yang terdiri dari sopir angkot, pekerja serta driver online ini mengaku merugi lantaran aktivitas mata pencarian mereka terganggu lantaran akis Demonstrasi yang menutup jalan yang selama ini menjadi tempat mereka mencari nafkah.

“Demo itu bisa saja, tapi jangan sampai menutup jalan, kasian pengguna jalan lainnya seperti kami sopir angkot yang menggunakan jalanan untuk mencari nafkah untuk anak istri kami,” ujar Maulana Salah seorang sopir angkot yang ditemui kaltimnews.co.

Menurut Maulana, aksi demo pada beberapa waktu lalu sangat berdampak pada pendapatannya. “Saat terjadi Demo beberapa waktu lalu, bisa dikatakan saya dan sesama sopir tidak mendapatkan penumpang, lantaran kemacetan Panjang. Mereka (Demonstran,Red) harusnya berpikir dengan para pengguna jalan, kalau kondisi seperti itu keluarga kami mau makan apa,” katanya.

Senada dengan hal tersebut Ilyas salah seorang Driver online juga menuturkan hal yang senada, menurut  ilyas, jalan raya merupakan fasilitas public yang harus digunakan secara Bersama.

“Jalan Raya itu merupakan milik public, kalau toh kemudian terjadi aksi demo yah jangan sampai menutup jalan lah, karena itu hak kita semua. Lagian banyak kok hal lain yang bisa dilakukan untuk menyampaikan aspirasi selain tidak turun ke jalan bakar ban serta tutup jalan, seperti penyampaian aspirasi dengan jalan hearing, FGD. Kami menghargai para pengunjuk rasa akan tetapi para pengujuk rasa ini juga harus menghargai kami sebagai pengguna jalan yang notabene sedang mencari nafkah,” Tutup Ilyas.(*)