Skip to content

Shania Rizky Amalia Jadi Anggota DPRD Samarinda Itu , Kerja Tak Boleh Setengah-setengah

Jadi Anggota Anggota DPRD Samarinda Yang Termuda

Dipublikasikan: 24 Sep 2019, 04:36
ADVERTORIAL
Shania Rizky Amalia Jadi Anggota DPRD Samarinda Itu , Kerja Tak Boleh Setengah-setengah
Anggota DPRD Samarinda termuda, Shania Rizky Amalia -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Sejumlah Kursi dewan di pennuhi dengan wajah baru, salah satu diantaranya yakni Shania Rizky Amalia. Wanita yang baru berusia 22 tahun ini menjadi satu satunya anggota DPRD Samarinda termuda di antara para legislator lainnya.

Sebenarnya menjadi seorang wakil rakyat bukanlah impian Shania. Sebelum masuk dunia politik dirinya berkeinginan menjadi seorang akuntan. Namun nasib berkata lain, ternyata magnet dunia politik lebih kuat dan penuh tantangan. Sebab itu, perempuan kelahiran 1997 silam itu, memberanikan diri banting setir keduani politik.

“Enggak nyangka sih bisa lolos namun kini saya diberi kesempatan untuk mengabdi mau ndak mau saya harus lakukan,” ungkapnya.

Nia, sapaan karibnya, tak menampik bila dunia politik yang dikenalnya sekarang masih seumur jagung. Tak hanya itu, dia juga paham benar dunia politik itu kaya dengan intrik.

“Hari ini jadi kawan besok bisa menjadi lawan. Meski begitu saya akan tetap belajar banyak dari para senior saya di Partai Demokrat,” Ucapnya.

Selain mengaku akan belajar banyak dari para senior politik yang duduk berkecimpung di Dewan Samarinda dia juga akan menyerap ilmu dari keluarga yang sudah lihai di dunia politi, sebut saja Victor Yuan, dan Syaharie Jaang, yang masih merupakan politikus kenamaan Partai Demokrat Samarinda yang nota bene merupakan kerabat dekat dari darah cantik ini.

“Tak ada kata terlambat untuk belajar, mumpung masih muda, Saya beruntung memiliki keluarga yang sudah mapan di dunia politik, dari mereka saya menimba banyak ilmu,” tegasnya.

Sebagai pembawa suara millennial di Samarinda, Nia tahu benar persoalan di Samarinda. Salah satunya adalah banjir. Berasal dari daerah pemilihan Samarinda Utara dan Sungai Pinang, pemilik suara terbanyak dari Partai Demokrat itu yakin bisa menjadi penyambung lidah yang baik bagi konstituennya.

“Ada 2.337 suara yang harus saya pertanggung jawabkan. Jadi kerjanya tak boleh setengah-setengah,” tegasnya.

Dia menambahkan, urusan banjir merupakan salah satu visi yang akan diembannya. Bukan tanpa alasan, dapil yang memberikannya suara itu adalah kawasan rawan banjir. Juni lalu, sejumlah area di Samarinda Utara tergenang, seperti di kawasan Sempaja atau Bengkuring.

Dua area ini kerap dilanda banjir parah. Jika banjir genangannya bahkan bisa mencapai 75 centimeter. Selama lima tahun ke depan bila diizinkan, dia akan banyak belajar mengenai persoalan lingkungan dan cara menuntaskannya. “Lingkungan harus dijaga. Pola buang sampah di tempatnya diberlakukan ,” pungkasnya Nia. (*)