Skip to content

Terpilih Kedua Kalinya, Sri Puji Astuti ingin Infrastruktur dan SDM Seimbang.

Ingin Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan sistem Kurikulum Pembinaan Karakter

Dipublikasikan: 24 Sep 2019, 04:33
ADVERTORIAL
Terpilih Kedua Kalinya, Sri Puji Astuti ingin Infrastruktur dan SDM Seimbang.
Anggota DPRD Kota Samarinda dua periode Sri Puji Astuti -- www.kaltimnews.co / Foto : Arief Kaseng

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Sebagai Anggota DPRD dua periode, Sri Puji Astuti, tentunya  berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat Samarinda. Anggota DPRD yang terpilih dari di dapil IV ini, berkomitmen untuk tetap memperjuangkan aspirasi membangun sumber daya manusia di Samarinda di dapilnya tersebut. hal ini disampikan Sri Puji Astuti saat di temui di ruang komisi IV, Di Gedung DPRD Kota Samarinda, Jl. Basuki Rahmat, Selasa, (24/9/2019).

“Saya periode yang lalu menjadi ketua komisi IV yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat, sehingga lebih prioritas membangun sumber daya manusia, seperti pendidikan, kesehatan dan sosial,” ucap Sri Puji Astuti.

“Sebenarnya kalau sudah masuk di DPRD, kami tidak bisa melihat dan fokus hanya perdapil saja. Melainkan aspirasi yang diperjuangkan secara keseluruhan untuk masyarakat Samarinda,” tegasnya.

Dia menyebutkan, selama lima tahun periode sebelumnya, dia lebih fokus kepada pembangunan infrastruktur dengan mengikuti berbagai musrembang dari kelurahan hingga ke provinsi.

“Saya terus mengikuti berbagai musrembang dari kelurahan, kecamatan sampai provinsipun saya ikut. Dari musrembang tersebut delapan puluh persen membahas mengenai infrastruktur, itu kami tidak menafikkan ya,” tuturnya.

Perempuan yang akrab disapa Puji tersebut, kembali memberikan pertimbangan bahwa ketika kami terus membangun infrastruktur, namun sumber daya manusianya tidak dipersiapkan sehingga hal itu tidak akan seimbang.

“Kami membuat gedung, drainase dan infrastruktur lainnya, namun SDM tidak dipersiapkan. Kami melihat hilirnya banjir, maka hulunya adalah kami melihat mental manusia Indonesia khususnya masyarakat Samarinda ini tidak bisa memelihara lingkungannya. Membangun kesadaran masyarakat terutama meningkatkan kualitas pendidikan dan sistemnya seperti kurikulum pembinaan karakter sehingga adab, akhlak manusia akan terbentuk,” tuturnya.

Sementara itu, dia menyebutkan, selain dari bidang pendidikan dia akan memperjuangkan aspirasi masyarakat di bidang kesehatan dalam hal pencegahan agar masyarakat Samarinda hidup sehat.

“Bagaimana kesehatan masyarakat Samarinda ini agar sehat seutuhnya, bukan hanya mengalami sakit kemudian ke rumah sakit dengan pelayanan BPJS dan lainnya. Saya tidak ingin itu, harus komplit. Dari pendidikan kesehatan sampai rehabilitasinya,” tuturnya.

“Selama ini, masyarakat mengetahui bahwa BPJS itu akan dilayani di puskesmas, namun lupa bahwa manusia itu tidak sakit maka kami perlu melakukan sosialisai untuk pencegahan-pencegahan,” tambahnya.

“Membangun SDM itu memang sekarang belum nampak, namun sepuluh hingga dua puluh tahun yang akan datang bisa menuai hasilnya. Hal ini termasuk mendongkrak perekonomian melalu peningkatan SDM manusia dengan kejujuran, disiplin itu perlu ditingkatkan,” tutupnya (*).