KALTIMNEWS.CO – Atmosfer kompetisi dan kebersamaan mewarnai Turnamen Domino yang digelar Restel Domino Club (RDC) Mangkupalas, Samarinda Seberang, Minggu (11/1/2025) siang. Sebanyak 128 peserta dari berbagai gardu domino ambil bagian, menjadikan turnamen ini salah satu ajang domino paling semarak di Samarinda awal tahun 2025.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Pembina Umum RDC Andi Saharuddin, Ketua PORDI Samarinda H. Abdul Fatah, Sekretaris Pordi Samarinda, Harminsyah, serta Ketua PORDI Samarinda Seberang H. Nusani.
Ketua Panitia Pelaksana, Surya, mengatakan turnamen ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun RDC yang ke-1.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk memeriahkan HUT RDC yang kini genap berusia satu tahun,” ujarnya.
Lebih dari sekadar perayaan, Surya menegaskan turnamen ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antargardu domino, baik dari Samarinda maupun luar daerah.
“Peserta yang hadir bukan hanya dari Samarinda, tetapi juga dari wilayah Kutai Kartanegara (Kukar). Ini menunjukkan antusiasme yang sangat luar biasa,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua PORDI Samarinda H. Abdul Fatah menyambut baik pelaksanaan turnamen tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk membangun kebersamaan dan memperkuat jaringan antargardu domino.
“Kami dari PORDI Samarinda mengucapkan selamat ulang tahun kepada RDC. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan digelar secara berkesinambungan,” ucapnya.
Apresiasi juga disampaikan Pembina RDC Andi Saharuddin kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen di Markas Utama RDC, Mangkupalas, Samarinda Seberang.
“Tidak mudah menggelar kegiatan dengan jumlah peserta sebanyak ini. Animo pendaftar yang tinggi menjadi bukti bahwa domino kini semakin diminati,” ujarnya.
Andi yang juga menjabat sebagai Bendahara ORADO Kaltim mengungkapkan, RDC sejatinya telah lahir sejak era 1990-an. Namun saat itu belum berbentuk klub domino seperti sekarang.
“Awalnya hanya persatuan remaja. Setelah domino masuk sebagai cabang olahraga, barulah RDC dibentuk secara resmi,” ungkap Anggota DPRD Samarinda Fraksi Partai Golkar tersebut.
Lebih lanjut Andi menyebut, Tak hanya menjadi ajang kompetisi, turnamen domino RDC juga dinilai memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ratusan peserta dari luar wilayah Samarinda Seberang turut menggerakkan aktivitas UMKM lokal, mulai dari pedagang makanan-minuman, parkir warga, hingga usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan.
"Turnamen domino memiliki potensi besar sebagai bagian dari sport industry berbasis komunitas yang mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat akar rumput. Kegiatan seperti ini bukan hanya soal olahraga atau hiburan. Ketika ratusan orang berkumpul, ada transaksi yang terjadi, ada perputaran uang di masyarakat. UMKM sekitar tentu ikut merasakan dampaknya,” ujarnya.
Menurut Andi, konsep turnamen rakyat seperti yang digelar RDC sejalan dengan upaya mendorong ekonomi kerakyatan melalui olahraga yang dekat dengan masyarakat.
“Domino ini olahraga murah, merakyat, dan bisa digelar di mana saja. Kalau dikemas dengan baik dan berkelanjutan, ini bisa menjadi ekosistem sport industry yang menghidupkan ekonomi lokal,” tambahnya.
Ia pun mendorong agar ke depan turnamen domino tidak hanya dipandang sebagai kegiatan komunitas semata, tetapi juga sebagai agenda ekonomi dan pariwisata olahraga yang melibatkan pelaku UMKM, sponsor lokal, serta dukungan pemerintah daerah.
Untuk diketahui, turnamen domino RDC ini memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah beserta trofi bagi para pemenang.