Skip to content

Walikota Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2019

Jaang: Santri Akan Jadi Perekat Bangsa

Dipublikasikan: 24 Oct 2019, 11:04
ADVERTORIAL
Walikota Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2019
Walikota Samarinda Syaharie Jaang saat acara Hari Santri Nasional -- www.kaltimnews.co/Foto: Kominfo Samarinda

 banner-pemkot-SAMARINDA-OK.

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2019, Kantor Kementrian Agama Kota Samarinda menggelar upacara bendera di halaman Parkir Gedung Olah Raga Segiri Jl. Kesuma bangsa samarinda, Selasa pagi (22/10/2019) kemarin.

Walikota Samarinda Syaharie Jaang bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam upaca tersebut mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa Kewajiban Berjihad demi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.

Sejak hari santri ditetapkan tahun 2015, kita selalu menyelenggarakan peringatan setiap tahunnya dengan tema yang berbeda. Secara berurutan pada tahun 2016 mengusung tema “Dari Pesantren, Untuk Indonesia” tahun 2017 “Wajah Pesantren, Wajah Indonesia” dan tahun 2018 “Bersama Santri, Damailah Negeri” dan meneruskan tema 2018 Peringatan Hari Santri 2019 mengusung Tema “Santri Indonesia, Untuk Perdamaian Dunia”

Pesantren sebagai Laboratorium Perdamaian karena pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam Rahmatan Lilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural  dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak, serta toleransi dan keadilan.

Di akhir sambutan Menteri Agama Republik Indonesia mengucapkan “Selamat Hari Santri 2019. Santri Indonesia Untuk, Perdamaian Dunia”

Dalam kesempatan yang sama Jaang juga mengatakan Pondok Pesantren di Indonesia sangat luar bisa banyaknya dan dapat menjadi kader-kader perdamaian dunia, bukan hanya di Indonesia.

"Karena di Pesantren selalu dididik tentang keberagaman dan perbadaan yang harus kita hargai. Dengan perbedaan  akan menjadi kekuatan kita," ujar Jaang kapada kaltimnews.co, Kamis (24/10/2019) malam.

Yang diketahui bahwa bangsa Indonesia sangat luar biasa terdiri dari beberapa suku dan agama dan komunitas yang bermacam-macam.

"Harapan kita santri menjadi pelopor untuk menjadi perekat bangsa,” pungkasnya.

Di bagian akhir upacara Syaharie Jaang membagikan trophy bari para pemenang lomba-lomba yang telah dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2019, diantarannya lomba lomba membaca kitab kuning, lomba pidato berbahasa Arab, serta lomba  tartil Qur’an.

Turut hadir dalam acara ini yakni Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Subandi, Kepala Kemenag Samarinda, Masdar Amin, Perwakilan Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Timur, Asisten I, Tejo Sutarnoto, Asisten III, Ali Fitri Noor, Kepala OPD Kota Samarinda, Camat se-Kota Samarinda, Kepala Pondok Pesantren, Kepala sekolah di lingkungan Kementerian Agama, serta diikuti oleh sekitar 4000 santri dan santriwati yang ada di Kota Samarinda mulai dari Mandrasar Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Mandrasah Aliyah (MA) hingga Pondok Pesantren sebagai peserta upacara. (*/Adv)