Skip to content

Walikota Samarinda Apresiasi Kegiatan PBSR

Jaang Inginkan Anak Muda Samarinda, Lestarikan Kebudayaan asli daerah

Dipublikasikan: 24 Sep 2019, 09:47
ADVERTORIAL
Walikota Samarinda Apresiasi Kegiatan PBSR
Walikota Samarinda H Syaharie Jaang Saat Menghadiri acara PBSR di Big Mall Samarinda Senin (23/09/2019) -- www.kaltimnews.co/Foto : Kominfo

iklan-banner-kominfo-SAMARINDA

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Kemeriahan Pameran Besar Seni Rupa (PBSR) VII semakin terlihat saat Walikota Samarinda H Syaharie Jaang, Senin (23/9/2019) datang menghadiri event yang bertajuk Gotong Royong (Kayuh Beimbai) yang di helat di Big Mall Samarinda.

Dalam kesempatannya Jaang sangat mengapresiasi dengan diadakannnya PBSR tersebut. hal ini kata Jaang lantaran dengan kegiatan tersebut otomatis dapat menggali potensi yang ada di daerah.

Kegiatan PBSR ini dilaksanakan sejak tanggal 20 September lalu dan akan berakhir 26 September mendatang, kegiatan ini sendiri melibatkan 100 perupa, baik perupa, pematung, designer dan arsitek terbaik dari seluruh Indonesia.

"Kita sadari semua potensi harus didukung oleh Pemerintah. Kita tidak bisa pungkuri bahwa jati diri kita tidak terlepas dari budaya dan seni. Oleh karena itu, budaya dan seni itu harus kita lestarikan. Sumber Daya Alam boleh saja hilang, tetapi yang namanya budaya dan seni tidak boleh dihilangkan dan itu yang selalu saya motivasikan kepada pagawai saya,“ ujar Jaang, sebagai mana dikutip dari kominfo Samarinda

Jaang juga menginginkan apabila mengadakan acara yang menampilkan kebudayaan Dayak agar tidak hanya menampilkan para ibu-ibu yang menari, tapi harus juga dilakukan oleh anak-anak muda sekarang, serta jangan selalu menggunakan musik rekaman dari tape atau CD. Alangkah baiknya mengunakan pemain musik yang asli seperti sampe' atau alat-alat musik lainnya.

"Apabila ini tidak dilakukan oleh anak muda sekarang, maka seni ini tidak akan bisa dilihat dan dirasakan lagi keindahannya dan lama-kelamaan akan hilang. Oleh karena itu, saya berkomitmen agar di sekolah-sekolah harus ada yang mengajarkan seni apakah itu seni tari, seni rupa dan seni musik daerah  kepada anak-anak TK sampai SMU agar bisa ada yang meneruskan dan melestarikan kebudayaan asli kita agar tidak  punah,“ pungkas Jaang.

Pada kesempatan itu, turut mendampingi Walikota, Asisten I Tejo Sutarnoto, Asisten III Ali Fitri Noor, Kadiknas Kota Samarinda Asli Nuryadin, Kadis Pariwisata I Gusti Ayu Sulistiani, Kepala Satpol PP Samarinda M Darham, Sekretaris Diskominfo Dian Ruhendra,  Sekretaris Dinas Kebudayaan Heri Nurdi.(*/Adv)