
KALTIMNEWS.CO, Akses jalan jembatan Ahmad Amin secara Resmi kembali dibuka oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda setelah beberapa bulan ditutup, akibat adanya abrasi di salah satu tiang jembatan dan menyebabkan keretakan badan jalan jembatan tersebut.
Akses jalan jembatan Ahmad Amin dibuka secara resmi oleh Walikota Samarinda Andi Harun dilakukan pada hari Kamis (10/6/2021).
Atas hal ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menanggapi kebijakan yang dilakukan oleh Pemkot Samarinda. Menurutnya dirrinya hingga kini masih ragu dengan kebijakan tersebut, pasalnya kondisi jembatan tersebut masih status waspada.
"Dengan bukanya akses jalan ini, kan masyarakat akan melintasi jembatan, jangan sampai terjadi apa-apa. Jadi harus dipastikan dulu, dari tim ahli atau tim pakar bilang ok, ya sudah tinggal dibuka," ujar Ananda.
Lebih lanjut ketua fraksi PDIP DPRD Kaltim ini mengatakan, pihaknya perlu data khusus dari dinas terkait agar memastikan layak atau tidaknya difungsikannya kembali jembatan tersebut.
"Kita perlu data yang konkrit, karena ini adalah kepentingan masyarakat, karena yang melintasi jembatan tersebut bukan hanya masyarakat Samarinda melainkan seluruh Kaltim," tegasnya.
Selain itu, dirinya menyebut apabila jembatan tersebut dibuka tanpa ada data konkrit, dari pihak DPRD Kaltim melalui komisi III akan melakukan hearing dengan Dinas terkait.
"Bisa aja seperti itu, tetapi nanti kita akan tanyakan dulu. Yang pastinya begini, kalau keputusan pemerintah kota sudah membuka, ya kita percaya lah walau ada keretakan. Yang pastinya berarti sudah ada pertimbangan secara matang yang dilakukan oleh Pemkot itu sendiri," tandasnya. (*)