KALTIMNEWS.CO — Persiapan pelaksanaan Samarinda HGI Series 2026 memasuki tahap pematangan. Panitia bersama jajaran Pengurus Daerah (Pengda) Pordi Samarinda melakukan audiensi dengan Wali Kota Samarinda Andi Harun di Balai Kota Samarinda, Kamis (13/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi menjelang pelaksanaan turnamen domino berskala nasional yang dijadwalkan berlangsung di GOR Segiri Samarinda pada 12-13 September 2026.
Audiensi dihadiri Ketua Pengda Pordi Samarinda H. Abdul Fatah, Sekretaris Pengda Pordi Samarinda Harminsyah yang juga anggota DPRD Kota Samarinda, Wakil Ketua Panitia Saharuddin, Sekretaris Panitia Arief Kaseng, Bendahara Panitia H. Kaharuddin, serta Ketua Gardu My Quen Baso Edi.
Dalam pertemuan tersebut, panitia menyampaikan sejumlah persiapan teknis, termasuk rencana pemanfaatan GOR Segiri sebagai lokasi utama kegiatan.
Arief Kaseng mengatakan, persoalan venue telah dibicarakan langsung bersama Wali Kota Samarinda. Menurut dia, pemerintah kota memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
“Persoalan venue sudah kami bicarakan dengan Wali Kota dan beliau memberikan support dalam pelaksanaan kegiatan akbar tersebut. Kegiatan ini merupakan kegiatan nasional dan menjadi kalender event HGI,” ujar Arief.
Target 2.048 Peserta dari Berbagai Kota
Samarinda HGI Series 2026 ditargetkan diikuti 2.048 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Jumlah tersebut membuat kegiatan diproyeksikan tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga berpotensi menghadirkan aktivitas ekonomi tambahan selama pelaksanaan turnamen.
Arief mengatakan, kedatangan peserta dari luar daerah secara otomatis membutuhkan akomodasi, konsumsi, transportasi serta berbagai kebutuhan lainnya selama berada di Samarinda.
“Dengan target 2.048 peserta dari berbagai kota di Indonesia, tentu ada pergerakan orang yang cukup besar. Mereka tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga membutuhkan hotel, makanan, transportasi dan kebutuhan lainnya selama berada di Samarinda,” katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal, khususnya sektor UMKM, kuliner, transportasi, perhotelan dan ekonomi kreatif.
Karena itu, panitia tidak ingin kegiatan hanya berpusat pada pertandingan. Panitia juga merencanakan penyelenggaraan bazar UMKM di sekitar lokasi kegiatan sebagai bentuk kolaborasi untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Panitia juga akan mencoba menghadirkan bazar UMKM sebagai bagian dari kolaborasi. Jadi kegiatan ini bukan hanya tentang pertandingan domino, tetapi bagaimana kehadiran ribuan peserta dan pengunjung bisa ikut memberikan dampak kepada pelaku usaha di Samarinda,” ujar Arief.
Domino Jadi Magnet Pengunjung
Panitia melihat atmosfer pertandingan domino nasional berpotensi menjadi magnet bagi komunitas dan keluarga peserta yang datang dari luar daerah.
Selama dua hari pelaksanaan, ribuan orang diperkirakan akan berada di kawasan kegiatan. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi di sekitar venue maupun pusat-pusat ekonomi Kota Samarinda.
Bagi panitia, konsep tersebut sejalan dengan semangat penyelenggaraan event di tengah kebijakan efisiensi pemerintah. Kegiatan diharapkan mampu mengoptimalkan kolaborasi tanpa menjadikan anggaran pemerintah sebagai satu-satunya tumpuan.
“Prinsipnya kami ingin kegiatan ini menjadi event yang tumbuh bersama masyarakat. Ketika peserta datang dari berbagai daerah, manfaat ekonominya sebisa mungkin juga dirasakan pelaku UMKM dan masyarakat Samarinda,” kata Arief.
Rangkaian kegiatan tersebut juga akan dipaketkan dengan Wali Kota Cup Samarinda Seri 3 Tahun 2026, sehingga diharapkan mampu menciptakan rangkaian aktivitas yang lebih terintegrasi.
Andi Harun Dorong Kegiatan Tetap Kolaboratif
Wali Kota Samarinda Andi Harun menyambut baik rencana kegiatan tersebut. Dukungan pemerintah kota, kata dia, diarahkan pada aspek koordinasi dan fasilitasi agar kegiatan dapat berlangsung tertib serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Andi Harun menekankan pentingnya kegiatan yang melibatkan komunitas dan masyarakat tetap mengedepankan semangat kolaborasi, terlebih pemerintah daerah saat ini tengah menjalankan kebijakan efisiensi.
“Yang penting kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif, tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah kota tentu mendukung kegiatan positif yang dapat menggerakkan masyarakat dan memberikan dampak bagi Samarinda,” ujar Andi Harun.
Dukungan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa kegiatan olahraga dan komunitas tetap memiliki ruang untuk berkembang di Samarinda sepanjang pelaksanaannya dilakukan secara profesional, transparan dan tidak membebani keuangan daerah.
Pordi: Momentum Mengangkat Domino Samarinda
Ketua Pengda Pordi Samarinda H. Abdul Fatah mengatakan, Samarinda HGI Series 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan pembinaan sekaligus popularitas olahraga domino di Samarinda.
Menurut dia, keterlibatan Pordi dalam kegiatan tersebut diharapkan memastikan turnamen berjalan tertib, sportif dan memberikan ruang bagi atlet dari berbagai daerah untuk bertanding di Samarinda.
“Ini momentum yang baik untuk memperkenalkan Samarinda sebagai salah satu daerah yang mampu menjadi tuan rumah kegiatan domino berskala nasional. Kami tentu berharap seluruh prosesnya berjalan tertib, sportif dan memberikan manfaat bagi atlet maupun masyarakat,” kata Abdul Fatah.
Ia menambahkan, kolaborasi antara panitia, Pordi, pemerintah kota, komunitas dan pelaku UMKM menjadi bagian penting agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pertandingan semata.
Dengan target 2.048 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Samarinda HGI Series 2026 diharapkan mampu menghadirkan efek ekonomi yang lebih luas.
Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini diproyeksikan menjadi ruang silaturahmi antarkomunitas domino sekaligus mendorong peningkatan kunjungan ke Samarinda dan membuka peluang bagi UMKM lokal untuk mendapatkan manfaat langsung dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama event berlangsung.
Panitia kini memfokuskan persiapan pada aspek teknis, koordinasi venue, peserta, perangkat pertandingan, keamanan, bazar UMKM hingga publikasi menjelang pelaksanaan pada 12-13 September 2026. (*/redaksi/kaltimnews.co)