KALTIMNEWS.CO, Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Ely Hartati Rasyid mebebut jika Kutai Kartanegara (Kukar) harus lebih meningkatkan kualitas SDM nya dalam menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN). Pasalnya kata dia, dengan kehadiran IKN tdi Benua Etam setidaknya akan turut menghadirkan persaingan ekonpomi yang ketat.
“Semua daerah penyangga termasuk Kukar harus memersiapkan dirinya dama menyusun strategi dalam menginkatkan ciri khas unggulan masing-masing. Seperti misalnya menjadi pusat perbelanjaan serta tempat perkembangan industri kreatif. Termasuk dengan peningkatan potensi wisata kuliner,” ujar Ely kepada awak media, Sabtu (11/2/2023).
Jika dilihat dari perkembangan pembangunan IKN kata dia dipastikan 2024 mendatang, tahap I pembangunannya bakal rampung.
“Jika sedemikian tentunya gelombang penduduk akan datang ke Kaltim, oleh karena itu kita berharap Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, selalu bergerak aktif dalam menjalin serta meningkatkan kerja sama antar masyarakat, yang bergerak di sektor kuliner khas Kukar atau dalam sisi UMKMnya,” ujar legislator dari Partai PDI Perjuangan Dapil Kukar ini.
Dikatakan Ely, sajian kuliner yang ada di bumi Kota Raja tersebut tak kalah hebatnya dengan kuliner yang ada di wilayah nusantara, kehadiran IKN nantinya bisa menjadikan kuliner wilayah tersebut nantinya bisa menjadi kuliner khas IKN.
“Potensi kuliner yang ada di Kukar tak kalah lezat dengan sejumlah makanan khas daerah lain, oleh karena itu ini kesempatan bagi kita unutk memperkenalakan kuliner khas ini di mata dunia, kita berharap kuliner ini nantinya akan menjadi kuliner khas IKN,” terang Ely.
Seabagi kawasan pemasok ikan asin tersebsar di Kaltim, kukar tentunya kata dia sangat berpeluang dalam meberikan warna tersendiri bagi dunia industry kreatif.
“Permasalahkan kita hanya dari sisi kemasan, seperti misalnya ikan asin yang kita miliki sangat berpotensi besar sebagai sentra oleh-oleh bagi para pendatang atau pelancong, keripik pisang aja bisa tembus ke pasar modern apalagi yang seperti ini, saya yakin jika dikemas menarik, tentunya sejumlah hasil olahan UMKM akan bisa tembus di pasar modern, lokal maupun internasional,” tutup Ely. (*)