Skip to content

Kominfo Kaltim Sosialisasi Literasi Digital di Tingkat Sekolah

Dipublikasikan: 02 Apr 2022, 11:37
ADVERTORIAL
Kominfo Kaltim Sosialisasi Literasi Digital di Tingkat Sekolah
Foto bersama Sosialisasi Literasi Digital di Tingkat Sekolah di SMKN 18 yang berlokasi di Jalan SKB Karya Bhakti Samarinda Kelurahan Lempake Kecamatan Utara (Dok:Kominfo Kaltim/Istimewa)

KALTIMNEWS.CO, Samarinda - Dinas Komunikasi Dan Informasi (Diskominfo) Kalimantan Timur (Kaltim) menggalakkan sosialisasi Literasi Digital ditingkat Sekolah di Kalimantan Timur. Upaya itu ditempuh agar peserta didik se-Kaltim tahu cara menggunakan internet secara bijak. 

Sosialisasi dipandu langsung oleh Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kaltim Tri Wahyuni, menghadirkan anggota DPRD Kaltim Rusman Yaqub serta Ketua Gerakan Antihoaks Jurnalis Kaltim, Charles Siahaan.

Ketua Gerakan Antihoaks Jurnalis Kaltim Charles Siahaan mengungkapkan, sosialisasi bahaya hoaks kepada remaja perlu diperkuat sejak dini. Sebab menurut salah seorang wartawan senior Kaltim ini, kelompok-kelompok remaja khususnya siswa/siswi sangat rentan mengkonsumsi informasi atau berita yang tidak benar (Hoaks).

“Adik-adik di sekolah ini kan hampir semua menggunakan teknologi. Oleh karena itu, gerakan sosialisasi literasi digital demikian harus terus gencar dilakukan untuk mencegah hal-hal buruk yang dapat terjadi ke depannya,” papar Charles.

Charles menambahkan memasuki tahun-tahun politik sebentar lagi para remaja harus mulai mempersiapkan diri dalam mengawal pesta demokrasi dengan senantiasa membentengi diri dari gempuran berita hoaks.

“Apalagi sebagian dari mereka punya hak untuk memilih di tahun 2024 nanti. Sudah sepatutnya dibentengi dengan pengetahuan seputar bahaya hoaks,” tandas pria yang akrab dengan panggilan Bang Ucok ini.

Sementara anggota DPRD Kaltim Rusman Yaqub menyerukan, agar remaja-remaja di Kaltim mampu membedakan informasi yang layak dikonsumsi dan tidak layak dikonsumsi. Apalagi menurut politisi PPP ini, semua pengguna sosial media bisa terpapar hoaks. Oleh karenanya, perlu ketelitian dan kehati-hatian dalam mencerna informasi dari media sosial. (*/Diskominfo Kaltim)