KALTIMNEWS.CO, Keberadaan Ilegal mining alias pertambangan illegal di sector batu bara membuat sejumlah anggota dewan geram, Mimi Meriami Boru Pane misalnya politisi asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyoal sikap dan kategasan hukum dari pemerintah terhadap para pelaku penambang illegal yang kian marak di Bumi Etam.
Kegelisahan mimi diungkapkan saat di depan forum yang terhormat anggota DPRD Kaltim. Dia bahkan menyinyir statemen Gubernur Kaltim Isran Noor tentang ekspor tambang Kaltim yang naik terus, namun menurutnya tidak memberi kebanggaan bagi rakyat Kaltim.
“Yang ditunggu-tunggu rakyat, agar aparat hukum dan pemerintah menyetop pertambangan batu bara illegal, namun apa yang terjadi hingga kini hal tersebut tidak dilakukan malah seolah dibiarkan,” ujarnya.
“Saya baca statemen Pak Gubernur bahwa ekspor tambang, batu bara dari Kaltim meningkat. Tapi itu bukan sebuah kebangaan. Karena masih banyak jalan-jalan di Kaltim rusak parah. Masih banyak warga Kaltim tidak sejahtera,” geram Mimi di depan sidang paripurna ke-43 tentang Pandangan Umum 8 fraksi terhadap Nota Penjelasan Keuangan Rencana APBD 2023, Selasa (5/10/2022).
Menurut Mimi eksploitasi tambang di Kaltim makin marak. Pelakunya pun kata dia juga semakin berani bekerja terang-terangan siang dan malam. Seperti misalnya di Jalan poros Samarinda – Tenggarong, tepatnya di kawasan Loa Duri, banyak stok file batu bara tanpa plang nama perusahaan.
“Di pinggir jalan kita kita lihat pertambangan batu bara. Di mana pemerintah dan aparat keamanan,ingat selama ini warga senantiasa masih menaruh kepercayaan penuh pada aparat keamanan dalam menidak tegas para pelaku ini, namun faktanya mereka junstru tidak hadir memberantas masalah penambangan liar ini yang berujung pada masyarakat yang bertindak sendiri,” tungkas Mimi (*)