KALTIMNEWS.CO, Wakil Ketua DPRD Kalimantan timur (Kaltim) Muhammad Samsun ingin menciptakan paradigma baru tentang petani di Benua Etam.
“Saya kepengen Petani ini kemudian disebut “petani keren” buka petani lusuh lagi, soalnya selama ini banyak yang enggan menjadi petani lantara dinilai lusuh dan tidak bisa memberikan hasil yang luar biasa bagi kehidupan sehari-hari,” ujar Samsun, Selasa (7/2/2023) siang.
Disebutkan Samsun, sejauh ini terdapat sedikit sekali anak muda yang mau bertani, hal tersebut disebebakan lantaran para pemuda ini menganggap pekerjaan bertani itu adalah pekerjaan yang penuh dengan lumpur, yang akhirnya membuat dirinya malu menjadi petani.
“Jika paradigma Petani Keren ini kemudian bisa diperkenalkan dan diimplementasikan ke masyarakat bukan tidak mungkin maka anak muda akan turun untuk bertani,” sebutnya.
Untuk mewujudkan perihal tersebut Samsun mengaku jika pemerintah harus ikut memerhatikan kesejahteraan Petani.
“Pertanian merupakan tulang punggung Sektor Perekonomian, oleh karena itu pemerintah wajib memeperhatikan kesejahteraan para petani, seperti dengan memberikan pendampingan dan lainnya,” ucapnya.
“Jika bicara Petani ada rasa greget, biarlah anggota dewan atau pemangku kebijakan lain fokus soal high technology. Saya akan tetap fokus di Pertanian dan Perkebunan,” lanjutnya.
Politisi PDI Perjuangan DPRD Kaltim itu menambahkan, pemanfaatan lahan Pertanian di Benua Etam sangat tidak maksimal, yang akhirnya juga menyebabkan masyarakat semakin memilih produk organik.
“Kita harus membuat Petani mandiri, bisa membuat pupuk sendiri. Jika para Petani di sini berhasil, saya yakin semua kelompok tani yang tersebar di seluruh Kabupaten Kutai Kartanegara akan difasilitasi untuk diberikan pelatihan.” tutup Bendahara DPD PDIP Kaltim tersebut. (*)