Skip to content

Muswil PW HMP Kaltim Pindah Lokasi, Dialog Empat Tokoh Digelar

Dipublikasikan: 30 Jan 2026, 09:38
Muswil PW HMP Kaltim Pindah Lokasi, Dialog Empat Tokoh Digelar

KALTIMNEWS.CO — Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Pimpinan Wilayah Himpunan Masyarakat Parepare (PW HMP) Kalimantan Timur resmi mengalami perubahan lokasi. Agenda strategis organisasi warga Parepare di perantauan ini kini dipastikan akan digelar di Queen Merry, Hotel Aston Samarinda, menggantikan lokasi sebelumnya di Hotel Amaris.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Penyelenggara Muswil PW HMP Kaltim 2026, Zainal Abidin, kepada Kaltimnews.co, Kamis (29/1/2026) siang.

“Ada perubahan lokasi acara. Yang semula direncanakan di Hotel Amaris, kini kami pindahkan ke Queen Merry, Hotel Aston Samarinda,” ujar Zainal.

Ia menjelaskan, perpindahan lokasi dilakukan lantaran pada tanggal pelaksanaan, 14 Februari 2026, tempat sebelumnya telah digunakan untuk agenda lain.

“Karena lokasi tersebut juga dipakai kegiatan lain, kami memilih mengalah dan memindahkan ke tempat yang lebih representatif dan siap mendukung kelancaran Muswil,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PW HMP Kalimantan Timur periode 2021–2025, Andi Saharuddin, menegaskan bahwa Muswil kali ini tidak hanya menjadi forum pengambilan keputusan organisasi, tetapi juga akan dibingkai dengan kegiatan intelektual dan kebangsaan.

“Dalam rangkaian Muswil nanti, kami akan menggelar dialog terbuka yang menghadirkan empat tokoh dari masing-masing pilar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Timur,” ungkap Andi.

Empat tokoh tersebut mewakili suku-suku besar dalam KKSS, yakni:

  • Prof. Dr. H. Mas Jaya, M.Si (Suku Mandar),
  • Dr. H. Andi Ade Lepu, M.Si (Suku Bugis),
  • Sem Karta, Sekretaris IKAT Kaltim (Suku Toraja),
  • Prof. Dr. H. Bohari Yusuf, M.Si (Suku Makassar).

"Menurut Andi, masing-masing tokoh akan membawa tema strategis yang relevan dengan penguatan organisasi ke depan.“Prof. Mas Jaya akan membahas refleksi kepemimpinan organisasi dan dinamika sosial. Dr. Andi Ade Lepu mengangkat peran generasi muda dan regenerasi organisasi. Sem Karta fokus pada tata kelola dan konsolidasi organisasi, sementara Prof. Bohari Yusuf akan membahas pembangunan sekretariat serta penguatan infrastruktur organisasi,” paparnya.

Menutup pernyataannya, Andi Saharuddin berharap seluruh rangkaian Muswil dapat berlangsung tertib, damai, dan bermartabat.

“Saya mengimbau seluruh warga Parepare yang menjadi peserta Muswil agar menjaga kondusivitas. Mari kita junjung tinggi nilai-nilai budaya Bugis seperti Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakamase dalam kehidupan berorganisasi,” tegas Andi, yang kini santer digadang-gadang sebagai kandidat kuat Ketua PW HMP Kalimantan Timur periode 2026–2029. (Rif/Kaltimnews.co)