KALTIMNEWS.CO, Kebutuhan atas pangan berupa ikan tidak lepas dari keberadaan para nelayan yang senantiasa melakukan hasil tangkapan laut maupun air tawar. Namun hingga kini sejumlah nelayan yang turun melaut masih menggunakan system sederhana alias tradisional.
Terkait hal ini, Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono mengatakan, para nelayan setempat perlu mendapatkan pelatihan tentang membaca cuaca dan mendeteksi keberadaan banyaknya ikan, sehingga dapat meminimalisir kecelakaan laut dan hasil tangkapan nelayan menjadi lebih banyak.
"Di samping pelatihan, tentu hal ini juga membutuhkan teknologi, sehingga kami akan terus mendorong ini agar nelayan memperoleh tangkapan lebih banyak dan menjadi sejahtera, kemudian keselamatan nelayan juga terjaga," ujar Nidya Listiyono kepada media ini, Rabu (12/10/2022).
Untuk itu ia mendorong Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim menggencarkan pelatihan bagi nelayan, karena dengan makin intensifnya pelatihan yang diberikan pada nelayan, maka akan dapat meningkatkan hasil tangkapan para nelayan sehingga hal ini akan selaras meningkatnya perekonomian para nelayan.
“Dengan makin banyak dan baiknya hasil tangkapan ikan oleh nelayan, maka akan berdampak pada kenaikan pendapatan daerah,” sebutnya.
Sejauh ini kata dia dirinya telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Perikanan dan Kelautan
"Kami sudah rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Perikanan dan Kelautan terkait hasil tangkapan para nelayan. Dari eksistensi, data yang diberikan kepada kami, jumlah nelayan di Kaltim cukup banyak," katanya.
Ia juga mengatakan bahwa DPRD Kaltim selalu menyiapkan pos anggaran bagi nelayan baik yang dialokasikan untuk pelatihan, peningkatan kapasitas maupun untuk pengadaan sarana dan prasarananya.
“Pengalokasian anggaran dari Pemprov Kaltim selalu ada, sehingga dewan dan OPD terkait perlu bersinergi guna mendapat masukan dinas untuk penganggaran, karena fungsi DPRD salah satunya adalah penganggaran,” tutupnya. (*)