Skip to content

Nyaman Dengan Duetnya, Andi Harun dan Zairin Zain Tak Dapat Rekomendasi PDI-P Samarinda

Andi Harun : Tak Ada Aturan Partai Tentukan Pasangan

Dipublikasikan: 29 Jan 2020, 19:24
Nyaman Dengan Duetnya, Andi Harun dan Zairin Zain Tak Dapat Rekomendasi  PDI-P Samarinda
Ketua DPC PDI-P Samarinda, Siswadi

KALTIMNEWS.CO, Samarinda - Atmosfer Pilwali Kota Samarinda memanas. Ketua DPRD Kota Samarinda sekaligus Ketua DPC PDI-P Kota Samarinda Siswadi, menegaskan, menuju Pilwali Samarinda, nama Andi Harun dan Zairin Zain dipastikan tak lagi mendapat dukungan.

Alasan utamanya, kedua kandidat walikota itu, berada dalam kondisi tak ideal untuk didukung karena telah ‘mendahului’ keinginan partai pendukung dalam menentukan pasangannya.

Khusus Andi Harun, selain soal pasangan, status Rusmadi Wongso yang menjadi pasangannya, juga memengaruhi keputusan.

“Saat ini PDI-P Samarinda masih berproses dalam menentukan dukungan rekomendasi. Tetapi, saudara Andi Harun sudah mendeklarasikan diri berpasangan dengan Rusmadi. Sementara, Rusmadi adalah calon kandidat yang tidak mendaftar di PDI Perjuangan dan bukan kader, maka sulit bagi Andi Harun untuk mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan,” tegas Siswadi kala menggelar jumpa pers ruang Ketua DPRD Kota Samarinda lantai II, Jl. Basuki Rahmat, Rabu (29/1/2020) sore sekitar Pukul 16.30 WITA.

Rusmadi Wongso bukanlah sosok asing di PDI-P. Sebelumnya, mantan birokrat ini pernah dicalonkan oleh Partai pimpinan Megawati ini. Sayangnya, Rusmadi hanya berstatus anggota partai, bukan kader unggulan. Dukunganpun luntur.

“Kami sudah pertimbangkan soal itu. Tetapi, karena dia bukan kader PDI-P dan tidak mendaftar di PDI-P, menjadi alasan sulit untuk direkomendasikan,” katanya.

Sejauh ini sudah ada dua belas kandidat yang mendaftar di DPC PDI-P Samarinda. Tiga diantaranya adalah kader internal internal partai. Sembilan lainnya, dari tokoh masyarakat maupun tokoh politisi.

Kini, mengenyampingkan Andi Harun & Zairin Zain, PDI-P mengerucutkan bakal dukungan rekomendasi menjadi 10 orang.

Dikonfirmasi terpisah, Andi Harun menyayangkan sikap PDI-P Samarinda itu. Ia mengatakan pada tata aturan pendaftaran, tidak pernah ada secara lisan atau tertulis partai yang menentukan pasangan. Seharusnya, secara etika politik, hal itu disampaikan secara tertulis atau lisan sesuai mekanisme pendaftaran di PDI-P, bukan melalui konferensi pers.

Apalagi, ia mengklaim telah memenuhi semua proses prosedural pendaftaran di PDI-P. “Harusnya tidak mendiskreditkan diantara pendaftar yang telah beritikad baik dan menaruh rasa hormat pada PDI-P,” katanya.

Menurut Andi harun, materi konferensi pers itu terkesan kontraproduktif dengan jalinan komunikasi kedua partai saat ini.

“Komunikasi kami dilintas Ketua DPD masih berjalan intens. Tak ada masalah. Makanya, ini yang saya sebut bertolak belakang,” paparnya.

Sebelumnya, dibeberapa kesempatan, Wakil Ketua DPRD Kaltim ini telah menyampaikan alasan keputusannya memilih Rusmadi Wongso menjadi pasangannya pada pilwali mendatang meski belum melalui deklarasi resmi. Keputusan itu menurutnya, telah melalui pertimbangan panjang dan matang.

Rusmadi, diyakininya mampu mengimbangi visi dan misi membangun Samarinda berbekal kemampuan dan pengalamannya di pemerintahan sebelumnya. (*/amd)