KALTIMNEWS.CO.Kutai Barat - Proses pemilihan umum (Pemilu) 2019 telah sampai tahapan pleno ditingkat KPUD Kabupaten. Minggu (05/05/2019) pukul 23.00 Wita, KPUD Kutai Barat telah mengetok palu tanda berakhirnya pleno yang telah berjalan selama empat hari. Dari seluruh rangkaian pemilu sampai hari ini, tidak ditemukan indikasi kecurangan ataupun keberatan dari para peserta pemilu. Seluruh hasil pleno sudah ditandatangani oleh semu aksi peserta pemilu.
Sidang pleno yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum Tanaa Purai Ngeriman tersebut, dinilai sangat terbuka, jujur, adil dan tidak ada kecurangan sama sekali.
Hal tersebut ditegaskan oleh tokoh agama yang ada di Kutai Barat. Ditemui disekretariat MUI Jl. Patimura Melak Ulu Kecamatan Melak Kabupaten Kutai Barat, Ketua MUI Kutai Barat, KH. Achmad Asrori menjelaskan Pemilu 2019 berjalan cukup baik dari awal hingga sidang pleno.
“Alhamdulillah, Pemilu sudah berjalan dengan baik tanpa dinodai dengan kecurangan ataupun perbuatan-perbuatan tidak terpuji lainnya. Terima Kasih kepada KPU, Bawaslu dan jajarannya sudah bekerja dengan baik. Peserta pemilu juga menghormati aturan Pemilu," katanya.
Keberhasilan KPU itu juga diapresiasi oleh Pimpinan pengurus Katholik Center yang juga sebagai Vikep Sendawar, Pastor Tadeus Sam Anyeq. Ia menegaskan proses Pemilu khususnya di Kutai Barat berlangsung cukup baik dimana seluruh peyelenggara dan peserta pemilu sama-sama menghormati aturan. KPUD sebagai unsur pelaksana Pemilu di Kubar, harus diapresiasi karena telah menjadi penyelenggara yang baik dan transparan tanpa ada sedikitpun kecurangan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh penyelenggara Pemilu dan peserta pemilu. KPU bekerja sangat keras untuk mewujudkan Pemilu yang aman, damai, jujur dan adil ini. Kepada para peserta pemilu juga memberikan tanggapan yang positif karena sudah menghormati dan menerima segala hasil keputusan Pleno hari ini," ungkapnya saat ditemui di gereja terbesar di Kutai Barat tersebut.
Tinjauan sejumlah media menunjukkan, pelaksanaan pemilu 2019 di Kutai Barat yang diamankan oleh Polri dan TNI dari awal penyelenggaraannya, berjalan dengan baik hingga berakhirnya sidang pleno pada minggu malam tersebut. Kini kotak suara yang telah dilakukan pleno tingkat Kabupaten telah bergeser menuju KPUD Provinsi dengan pengawalan aparat kemanan. (*)