Skip to content

Resmi, Migrasi TV Digital di Kaltim di Tunda

Dipublikasikan: 06 Aug 2021, 11:54
ADVERTORIAL
Resmi, Migrasi TV Digital di Kaltim di Tunda
Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Seperti yang sudah dicanangkan sebelumnya oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan siaran analog alias Analog Switch Off (ASO) tahap pertama 17 Agustus 2021 mendatang

Provinsi Kaliamntan Timur (Kaltim) bersama dengan 5 provinsi lainnya ikut masuk dalam proses tahap pertama tersebut nyatanya abakal tertunda hinggga Desember mendatang. Penundaan migrasi sistem penyiaran analog ke digital ini disampaikan langsung oleh plt Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo, Ismail Jum’at (6/8/2021) kemarin melalui Kominfo TV dikanal youtubenya.

Menanggapi hal ini Kepala Diskominfo Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal mengaku sedikit kecewa mengingat Kaltim sejauh ini sudah siap bermigrasi ke TV Digital pada 17 agustus mendatang.

“Sesuai dengan siaran pers nya pak Ismail kemarin, maka resmi sudah migrasi ke TV Digital tahap 1 yang seharusnya tanggal 17 Agustus ini ditunda hingga ke tahapan berikutnya pada Desember 2021, padahal Kaltim sudah siap untuk bermigrasi,” kata Faisal.

Dirinya berharap revisi yang dikeluarkan Kementrrian Kominfo RI mendatang bisa lebih cepat dari wacana sebelumnya.

“Kita menunggu saja revisi perihal ini, kita hanya bisa berdoa semoga pelaksanaannya bisa lebih cepat, mengingat hingga sekarang ini warga Kaltim sudah bisa menikmati 25 channel di siaran digital di wilayah Kaltim-1 Samarinda, Bontang dan Tenggarong,” tutur Faisal.

Alasan penundaan migrasi siaran analog ke Ke siaran TV Digital lantaran wilayah Indonesia masih di selimuti suasana pandemi Covid-19.

“Oleh sebab itu pemerintah menganngap migrasi tersebut belum terlalu tepat untuk memulai migrasi tersebut selain itu persoalan persiapan stakeholder dan sosialisasi di sejumlah wilayah Indonesia juga masih dianggap belum maksimal terkait hal ini,”

“Hasil evaluasi tim kementerian masih ada yang kurang dalam proses persiapan para stakeholder di ekosistem penyiaran televisi digital, walaupun tidak disebutkan provinsi mana? Serta alasan masih dalam suasana pandemi covid-19,” tuturnya. (*)