Skip to content

Sambut Hari Pendidikan, GEBRAK Kaltim Ajak Mogok Kuliah

Ingin Masyarakat Kelas Bawah Kenyam Bangku Perkuliahan Dengan System UKT

Dipublikasikan: 02 May 2019, 07:53
Sambut Hari Pendidikan, GEBRAK Kaltim Ajak Mogok Kuliah
Aliansi Gebrak Kaltim Melakukan Aksi Pencerdasan Dalam Kampus dalam rangka menyambut hari Pendidikan Nasional 02 Mei (Foto: Ricardo/Kaltimnews.co).

KALTIMNEWS.CO, Samarinda - Aliansi Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) Kaltim yang tergabung dari organisasi GMNI, JKMK FMK, LSK Samarinda, BEM FISIP Universitas Mulawarman, FNKSDA Kaltim menyambut peringatan hari Pendidikan Nasional mengajak mahasiswa untuk mogok kuliah bersama untuk menyuarakan permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan.

"Memperingati hari pendidikan identic dengan sejarah panjang pada masa Ki Hadjar Dewantara yang notabene merupakan pejuang pendidikan yang ilmiah dan demokratis untuk melawan kolonialisme pada masa itu, tapi hari ini kita dihadapkan dengan sistem kapitalisme pendidikan yang diciptakan untuk mencetak tenaga-tenaga buruh," kata Humas Aksi, Martinus kepada Kaltimnews.co di Depan Rektorat Simpang Tiga Kampus Universitas Mularman, Samarinda, Kamis (2/5/2019) siang.

Martinus menerangkan kebanyakan dosen sekarang ini, lebih banyak memberikan tugas yang sangat padat kepada mahasiswa yang berujung pada kesulitan mahasiswa untuk ikut berorganisasi.

"Selain itu kami menuntut kampus untuk meredam kejadian kasus pelecehan seksual yang sering terjadi, serta kami menuntut hak demokratis dan pemikiran ilmiah yang selama ini selalu dibungkam," terangnya.

Selain melakukan aksi pencerdasan dalam kampus, Gebrak Kaltim juga menuntut wujudkan pendidikan yang gratis, ilmiah, demokratis dan bervisi kerakyatan.

"Seharusnya pemerintah memberikan pendidikan yang gratis bukan lagi seperti sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT), hal tersebut merupakan salah satu jalan buat masyarakat kelas kecil untuk bisa ikut mengenyam bangku perkuliahan, kalua tanpa hal itu sama saja membatasi masyarakat kecil untuk bisa melanjutkan pendidikan dalam Perguruan Tinggi (PT)," Pungkasnya. (*)