KALTIMNEWS.CO, Sejak menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 6 Samarinda, Muhammad Nasir nampaknya tidak tinggal diam, dirinya terus melakukan sejumlah terobosan dalam menigkatkan kualitas dam mutu pendidikan sekolah tersebut.
Hal tersebut jelas nampak terllihat dengan hadirnya tiga terobosan baru yang dilakukannya di tahun ajaran baru kali ini. Ketiganya yakni, Bilingual Class, Ruang Inklusi, serta program In House Training (IHT).
"SMA 6 kini patut berbangga dengan hadirnya Bilingual Class ini, mengingat sebelumnya hanya 2 sekolah menengah atas yang melaksanakan program ini di Samarinda, dan Alhamdulillah berkat dukungan dari berbagai pihak termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur (Kaltim) SMA Negeri 6 Samarinda, kini memiliki kelas Bilingual sendiri," ucap Nasir kepada kaltimnews.co, Rabu (16/7/2025) siang.
Kelas bilingual sendiri merupakan program pendidikan dengan metode pembelajaran disampaikan dalam dua bahasa, biasanya bahasa indonesia dan bahasa asing, seperti Inggris.
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam kedua bahasa dan membekali mereka dengan keterampilan yang relevan dengan tantangan dunia global. Kurikulum di kelas bilingual bisa mengikuti standar nasional atau internasional, bahkan ada yang menggunakan kurikulum internasional seperti Cambridge," jelas Nasir.
Adapun kedepannya metode pembelajaran selain akademis, kelas bilingual ini juga diharapkan untuk sering menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti English Hours, English Enrichment, dan kegiatan lain yang mendukung pembelajaran bahasa Inggris kedepannya.
"Dengan kelas bilingual ini SMA Negeri 6 Samarinda diharapakan dapat memberikan pendidikan yang lebih komprehensif dan berwawasan global dengan memanfaatkan dua bahasa dalam proses pembelajaran nantinya," sebut Nasir.
Terkait kelas dia membeberkan bahwa kelas yang akan menjadi kelas Bilingual yakni Xi, dengan total daya tampung sekira 40-an siswa-siswi yang telah melallui seleksi yang sangat ketat oleh tim khusus yang sebelumnya disiapkan.
"Tidak semua peserta didik bisa masuk dalam kelas tersebut, merekayang masuk dalam kelas Bilingual ini adalah peserta yang telah terjaring dalam seleksi ketat oleh tim Sel yang telah kami siapkan sebelumnya," sebut Nasir.
Mengingat kelas ini merupakan kelas perdana di sekolah tersebut, Nasir menggingatkan kepada para orang tua peserta didik untuk bekerjasama dalam memberikan kelonggaran waktu kepada anak peserta didik yang mengikuti program tersebut.
"Kelas ini, sedikit berdeda dengan kelas regulr lainnya, ada tambahan waktu ekstra bagi para peserta didik, oleh karenanya kami meminta kerjasama dariberbagai pihak khususnya orang tuda dalam mendukung program ini," pinta Nasir.
Selain itu dirinya juga meminta kepada Dinas Pendidikan Kaltim untuk terus mendulung program tersebut.
"Kami berharap, bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, nantinya terus memberikan dukungan dalam kelancaran proses belajar mengajar di kelas bilingual tersebut, (*)