KALTIMNEWS.CO, Rampungnya bentang tengah jembatan Pulau Balang yang menghubungkan antara kota Balikpapan dengan Penajam Paser Utara (PPU) menjadi kabar gembira bagi warga Kalimantan Timur (Kaltim) pada umumnya.
Namun disisi lain Anggota DPRD Kaltim Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Balikpapan, Syafruddin menilai bahwa bangunan jembatan pulau balang tersebut masih seperti jembatan Abunawas.
“Kenapa disebut jembatan Abunawas, jembatannya ada tapi jalan penghubungnya tidak ada, jadi sama saja tidak bisa dioperasikan. maka Pemprov Kaltim harus berfikir keras agar jalan penghubung sisi Balikpapan segera tuntas baik pembebasan lahannya ataupun pembangunan jalannya,” ujar Syafruddin kepada kaltimnews.co, Senin (15/2/2021).
Menurutnya kebahagian masyarakat Kaltim khususnya Balikpapan PPU dan Paser atas rampungnya bentang tengah jembatan tersebut hanya sebatas bahagia saja, tapi tidak bisa menikmati jika akses jalanya lantaran hingga kini jembatan tersebut belum kunjung rampung
“Di 2019 lalu, Pemprov Kaltim pada tahun sudah mengalokasikan anggaran sekira Rp 100 miliyar untuk pembebasan lahan melalui APBD 2019. Akan tetapi tapi justru saya dengar anggaran tersebut tidak terserap sama sekali,” ungkap pria yang kerap disapa Udin tersebut.
“Masalahnya apa, ini teman-teman Pemprov harus menguaraikan, utamanya di Dinas PUPR Kaltim” sebut Udin.
Ketua DPW PKB Kaltim ini, menjelaskan bahwa jika postur keuangan Pemprov Kaltim tidak cukup, maka Pemprov harusnya jujur, apalagi berkaitan dengan persiapan Ibu Kota Negara (IKN), Pemprov harus lebih peka dalam mempresentasikan kemampuan keuangan dengan kebutuhan uang khususnya dalam hal pembebasan lahan jalan pendekat sisi kota Balikpapan.
“Kalau memang tidak sanggup, biar pemerintah pusat yang mengambil alih, atau sistemnya bisa patungan antara pemerintah pusat atau pemerintah provinsi, supaya jembatan ini bisa dimemanfaatkan keberadaanya, pasalnya jembatan tersebut selain menjadi akses warga yang dinantikan hingga kini, jembatan tersebut juga seyogyanya diperuntukan untuk menyambut ataupun menunjang moment IKN kedepan,” jelasnya. (*)