Skip to content

Tak Lama lagi, Jabatan Direksi Perusda Ini Akan Terisi

Dipublikasikan: 01 Dec 2020, 18:00
ADVERTORIAL
Tak Lama lagi, Jabatan Direksi Perusda Ini Akan Terisi
Anggota DPRD Kaltim, Nidya Listiyono / Foto: Istimewa

Banner-DPRD-Kaltim

KALTIMNEWS.CO, Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Nidya Listiyono menghormati dan menghargai terkait proses seleksi pemilihan jajaran Direksi dan Dewan pengawas dibeberapa Perusahaan Daerah (Perusda).

Ia mengatakan biarkan proses tersebut berjalan namun ada yang gugur dalam penyeleksian tentu merupakan mekanisme yang ada, kita hanya menunggu dan melihat hasilnya.

Setelah itu komisi II akan memanggil jajaran manajemen baru dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).

"Kita akan panggil dalam RDP, memertanyakan rencana bisnisnya, targetnya dan nanti kita akan review. Sehingga monitoring kita perkuat," urai Nidya Listiyono saat ditemui dilantai 1 gedung D. Senin (23/3/2021).

Dalam hal fungsi pengawasan dan monitoring, Komisi II DPRD Kaltim akan memperketat aturan dalam penyertaan modal Perusda.

"Termasuk nanti pada penyertaan modalnya. Kalau ada pengajuan penyertaan modal maka kita akan perketat itu sehingga ada rencana bisnisnya jelas, goalnya jelas artinya dalam ranah yang dilakukan oleh pemerintah kita akan menghormati dan menghargai," ucapnya.

Namun demikian, Politisi Golkar tersebut selalu mengingatkan agar pemerintah selektif dalam pemilihan jajaran Direksi Perusda agar kasus hukum tidak Kembali terulang.

"Kita tidak dalam posisi mengintervensi prosesnnya. Tetapi terkait kejadian yang lalu, nah ini tentunya akan menjadi pelajaran yang sangat berharga. Komisi II tentunya akan terus monitor hal ini, walaupun tidak terlibat secara langsung," imbuhnya.

Dirinya berharap dalam waktu dekat, sudah ada Direksi baru yang akan mengisi sejumlah jabatan yang kini masih di nahkodai oleh Plt.

"Bulan ini atau bulan depan harusnya ada pengurus baru, nanti saya akan infokan kalau ada perkembangan. Intinya kita menghargai dan menghormati proses yang sedang dijalankan oleh pemerintah," pungkasnya. (*)