Skip to content

Temui Warga Samarinda, Nidya Listiyono dicurhati Persoalan Banjir

Dipublikasikan: 08 Jul 2021, 20:17
ADVERTORIAL
Temui Warga Samarinda, Nidya Listiyono dicurhati Persoalan Banjir
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kaltim Nidya Listiyono (Foto: Istimewa)

banner-DPRD-Kaltim-2021-baru

KALTIMNEWS.CO, Berbagai macam keluhan disampaikan masyarakat Kecamatan Samarinda Kota, saat mereka di temui oleh Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kaltim Nidya Listiyono, saat gelaran reses yang di helat Kamis, (8/7/2021).

Sebut saja diantaranya meluapnya air sungai hingga kurangnya perhatian pemerintah kepada tenaga pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Tio sapaan akrabnya mengatakan, penyebab banjir bukan hanya karena curah hujan yang tinggi. Namun, banyak pemicu lainnya.

“Memang ada beberapa tempat yang menjadi jalur air, kemudian terhambat akibat ada tumpukan sampah, sehingga air tersebut tersumbat,” ungkap Tio.

Dia juga mengatakan bahwa beberapa waktu lalu dirinya sempat mengikuti diskusi yang membahas terkait penanganan banjir bersama dengan tenaga ahli air.

“Jadi hal seperti itu sudah ada beberapa tempat. Kemudian bisa dibersihkan kalau ada sampah, yang kedua itu karena adanya pendangkalan sungai dan perlu dinormalisasikan supaya bisa dikeruk, ini kalau saya lihat pemerintah sudah mulai melakukan hal tersebut,” tambahnya.

Faktor lainnya sebut anggota Dewan dari Parti Golkar tersebut, yaitu keadaan alam, salah satunya adalah soal debit air laut yang naik. Selain itu Tio menilai pesatnya perkembangan kota menjadi penyebab. Karena kemampuan daya serap air jadi semakin berkurang.

“Itu suka tidak suka, mau tidak mau akan seperti itu. Kita lihat saja dalam satu lingkaran, apabila ada terjadi pembangunan di setiap sisinya otomatis daya serap air akan semakin mengecil,” jelasnya

Dalam menangani banjir kata dia, memang perlu kerja sama dari semua elemen. Ia juga meminta warga untuk ikut menjaga kebersihan. Seperti membuang sampah pada tempatnya. Hal itu tentu dapat membantu pemerintah untuk menangani banjir.

“Termasuk folder yang lagi diusulkan pemerintah, saya berharap itu akan diperhatikan jangan sampai dangkal, kemudian mesin pompa airnya juga diprioritaskan,” ujarnya. (*)