
KALTIMNEWS.CO, Minimnya lahan pekuburan di Kelurahan Sungai Kapih dikeluhkan warga saat bertemu muka dengan anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Ananda Emira Moeis.
Pertemuan warga Sungai Kapih ini dengan legeslator dari karang paci terebut dalam rangka acara reses Anggota DPRD Kaltim masa sidang 1 tahun 2021, Rabu (24/2/2021) malam.
Kepada kaltimnews.co, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim ini mengatakan, bahwa persoalan lahan kuburan di tempat tersebut menjadi keluhan warga, hal ini disebutkan warga lantaran lokasi pekuburan yang lama sudah penuh.
“Lahan pekuburan sebelumnya sudah penuh, namun ada lahan baru dekat lahan itu juga namun masalahnya belum di uruk, itu yang dikeluhkan warga,” ujar Ananda saat dihubungi kaltimnews.co, Jumat (26/2/2021) siang.
Selain persoalan lahan pekuburan anada juga menyebutkan sejumlah persoalan infrastruktur lainnya berupa pembangunan drainase, penerangan lampu jalan, serta peningkatan ruas badan jalan yang ikut menjadi curhatan warga ke dirinya.
"Sejumlah aspirasi yang disampaikan oleh warga, kami tampung dulu dan akan diperjuangkan di parlemen," sebutnya.
Disebutkan Nanda, kegiatan reses yang dilakukan para anggota dewan merupakan agenda wajib bagi semua anggota dewan guna mendengar langsung sejumlah aspirasi dari elemen warga.
“Melalui reses ini, saya tentunya berharap bahwa masyarakat dapat memberikan masukan serta kritik solutif yang sifatnya membangun,” ucapnya.
Dirinya menyerukan kepada warga agar sebelum mengajukan sejumlah program, harus clear and clean.
“Utamanya masalah lahan, tentunya harus clear and clean, soalnya kendala pembangunan terkadang terbentur dari masalah lahan yang belum clear seperti misalnya lahan itu masih belum memiliki surat yang sah atau masih dalam kondisi sengketa. Intinya semuanya harus clear agar nantinya saat program yang dipaparkan atau dipersoalkan warga di masing-masing lokasinya, dapat berjalan baik tanpa ada kendala,” tuturnya. (*)