KALTIMNEWS.CO, Lesunya perekonomian masyarakat saat ini akibat hantaman pandemi Covid-19, membuat Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani mengaku tidak yakin dengan program yang dicanangkan oleh Andi Harun-Rusmadi yang akan memberikan dana sebesar Rp 100 juta per RT akan maksimal.
“Selain jumlah RT di Samarinda sangat banyak, yaitu berjumlah 1.975, ditambah lagi dengan APBD Samarinda pada 2021 kamarin mengalami defisit yang cukup besar. Penanganan banjir adalah fokus utama dan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” ungkap Angkasa kepada Kaltimnews, Rabu (1/3/2022) siang.
Dikatakan Angkasa, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda baru tersebut jangan sampai terjebak dengan kepentingan politik.
“Coba kita pikirkan bersama dari mana anggaran itu bisa diberikan kepada setiap RT sedangkan sebagian RT pun bingung untuk apa dana sebanyak itu, mau bangun apa, dan mekanisme pencairan dan pelaporannya masih samar-samar, menurut saya program tersebut mustahil bisa dilaksanakan untuk sekarang ini,” tutur politisi PDIP tersebut.
Diapun menyarankan agar Andi Harun-Rusmadi fokus membenahi infrastruktur untuk menangani masalah banjir, dengan program dan rencana yang matang.
“Saya menyarankan mereka (Andi Harun-Rusmadi Wongso) agar lebih hati-hati dalam penggunaan anggaran di masa kepemimpinannya, sebab akan menentukan pembangunan di Samarinda. Kalau mau atasi banjir harus pake logika dan sistem, bukan politis. Kalau dasarnya politis, anggaran tidak akan selesai mengatasi banjir,” pungkasnya. (*)