KALTIMNEWS.CO, Samarinda - DPRD Samarinda memperkirakan Lost Potential (hilangnya sumber pendapatan) dari sektor PAD parkir masih tinggi. Pasalnya Kota Samarinda masih menerapkan sistem parkir manual dan memicu lahirnya juru pakir liar.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Adi Setiawan menuturkan Kota Samarinda butuh menerapkan sistem parkir eletronik atau e-parking. Dengan e-parking pontensi pendapatan daerah bisa lebih tinggi.
Adi Setiawan memperkirakan, sumber pendapatan satu mesin parkir bisa mencapai Rp1 juta perhari.
“Kalau sekarang 12 titik maka setiap hari bisa mencapai Rp 12 juta lebih. Bagaimana kalau 50 titik dijadikan e-parking, maka per hari bisa mencapai Rp 50 juta, kali sebulan Rp 1,5 miliar total pertahun senilai Rp 8 miliar” sebut Adi Selasa (1/3).
Adi Setiawan menambahkan, sejauh ini sistem parkir Kota Tepian masih dilakukan secara manual. Akibatnya memicu berkembangnya juru parkir liar. Dengan begitu, tarif yang dikenakan ke masyarakat tidak akan masuk ke PAD Kota.
“Kalau Pemkot Samarinda tidak tegas dan tidak memanfaatkan peluang itu, pasti jukir tetap merajalela, tempat-tempat umum dijadikan sasaran jukir liar,” tegas Adi.