KALTIMNEWS.CO.Samarinda - Kenaikan harga sejumlah barang pokok jelang Ramadan menjadi hal lumrah. tapi ada komoditas yang naiknya tak biasa. Yakni bawang putih. harga bawang putih kini menembus angka Rp 100 hingga 150 ribu perkilogram. Padahal, Harga normal bawang putih di pasaran berkisar Rp20 ribu-Rp30 ribu per kilogram.
Kondisinya tak merata dibeberapa pasar tradisional Samarinda. Harga terendah adalah Rp 90 ribu. Sedangkan harga bawang merah dalam dua pekan belakangan masih berada dikisaran 45 hingga 60 ribu rupiah.
Kondisi naik drastisnya harga bawang sebenarnya telah terjadi dalam beberapa Minggu belakangan. Bahkan data di BPS Kaltim menyebut bahwa kenaikan itu sebenarnya sudah terjadi merata dilevel nasional.
Padahal, sebelumnya Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan telah mengumumkan bahwa untuk mengatasai langkanya bawang putih dipasaran, izin impor bawang putih sebesar 115.765 ton, telah disetujui. Didatangkan dari China dengan melibatkan 8 importir, kesepakatan itu berlaku hingga 31 Desember 2019 mendatang, namun tetap saja dalam perjalannya bawang putih tetap terasa langka.
“Kenaikan selain memang ada perubahan harga, juga bertepatan dengan momen jelang Ramadan. Angkanya memang cukup tinggi dan sangat terawa di masyarakat,” ungkapnya saat memberi paparan terkait Pertumbuhan Produksi Industri Pengolahan Kaltim.
Tentu saja, kenaikan ini kontan dikeluhkan warga, tak terkecuali pedagang itu sendiri. “Modal belinya juga tinggi. Tapi memang selalu begitu, walau mahal tetap dicari, apalagi jelang puasa,” ungkap Aminudin pedagang di area pasar Segiri. Stok bawang merah cenderung stabil karena kiriman dari Palu (Sulteng) stabil.
Diketahui, harga bawang terutama bawang putih mulai naik pesat pasca pemilu. "Sejak habis Pemilu itu bawang putih nggak ada lagi datang. Kalau bawang merah masih aman saja," ucapnya.
Beberapa pedagang mengakali penjualan dengan paket eceran agar tetap laku dengan harga terjangkau. Misalnya dengan paketan 1/4 kilo dengan harga Rp20 ribu atau menjual per siung. “Paket eceran itu membantu. Meski hanya untuk sekali-dua kali pemakaian. Yang pasti tetap laku,” katanya.
Menariknya, di beberapa lokasi, seperti pasar Segiri, pembelian bawang putih jumlah besar justru naik tajam. “Jelang ramadan memnag seperti itu. Biasanya yang beli adalah pem ilik usaha warung makan,” tambahnya. (*)