Skip to content

Bangun Jalan Gang diatas Drainase, Pemkab Kukar Sulap Kawasan Kumuh Menjadi Kawasan Yang Instagramable

Berkat Kerjasama Pemerintah Kabupaten Kukar Dengan Kementerian PU-RI

Dipublikasikan: 20 Feb 2020, 09:46
Bangun Jalan Gang diatas Drainase, Pemkab Kukar Sulap Kawasan Kumuh Menjadi Kawasan Yang Instagramable
Salah satu pengunjung Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, saat menikmati fasilitas jalan gang yang dibangundiatas drainase. keberadaan jalan ini mengunah pola hidup warga menjadi pola hidup bersih yang sekaligus menjadikan wilayah yang dulunya kumuh menjadi kawasan yang tertatat rapi --- www.kaltimnews,co /Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Siapa yang menyangka wilayah yang dulu nya kumuh dan jorok kini berubah menjadi lokasi yang sangat indah dan digunakan warga sekitar sebagai tempat swafoto. Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan ini kini tampil beda, seteleh sebelumnya bersolek diri dari pembangunan Drainase dan Saptic tank komunal atau yang lebih dikenal dengan sebutan IPAL Komunal dari program kotaku bebas kumuh yang laksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartenegara (Kukar) dengan Kementerian PU.

Murniah, Ketua RT 09 misalnya, tidak pernah membayangkan jika wilayahnya yang sulit di lewati kendaraan tersebut kini hadir dengan gaya yang instagemable, lantaran didaerah tesebut kini terbangun jalan yang dibangun diatas sebuah drianase.

“Ini mimpi yang tak pernah terbayangkan, sebelumnya antara satu rumah dan rumah yang lainnya sangat sulit dalam menjalin kumunikasi yang aktif lantaran terpisah dengan drainase yang tidak begitu bagus, namun dengan kehadiran program ini, seakan menyulap semua mimpi menjadi kenyataan,” kata Murniah

Selain itu, dengan dibangunnya jalan diatas parit selebar 4 meter tersebut, kebiasan buruk sebagian warga berupa membuang sampah sebarangan kini berubah, menjadi pola hidup besih.

“Dulu warga asal buang sampah, namun saat wilayah ini disulap menjadi kawasan yang indah dan asri kebiasaan tersebut otomatis ikut berubah, masyarakat ikut menjaga lingkungan, jangan sampai kotor dan kumuh lagi,” terangnya.

Pembangunan jalan gang diatas drainase ini menghubungkan setidaknya 4 RT, di wilayah tersebut, ke empat RT tersebut yakni, RT 9, 11, 13, dan 22. Selian menjadi jalan penghubung, kehadiran drainase tersebut juga merupakan salah satu bagian dari program pengendalian banjir saat musim penghujan atau air sungai mahakam pasang.

Program Kotaku Bebas Kumuh ini, merupakan program yang difokuskan diwilayah yang ditetapkan sebagai Kawasan kumuh berdasarkan SK Bupati, hal ini di sebutkan Fasilitaror social program Kota Tanpa Kumuh, Welly Ansyah sata dihubungi kaltimnews.co, Kamis (20/2/2020) malam.

Menurut Welly, panggilan akrabnya, proyek tersebut dibangun dipertengahan tahun 2019 lalu, dan selesai pas di akhir tahun yang sama. “Meski pembangunannya yang terbilang singkat, namun pembangunan jalang Gang diatas drainase tersebut sudah mengalami perhitungan yang jelas, termasuk sambungan drainase yang terhubung dangan drainase utama. Selain itu pembangunan ini perencanananya sejak tahun 2018,” jelasnya.

“Untuk program IPAL Komunal sendiri dibangun di tiga titik pemukiman padat penduduk, dengan perhitungan tentunya dapat menampung limbah tinja paling sedikitnya 10 rumah dan paling banyaknya 70 rumah,” Tetangnya (*)