KALTIMNEWS.CO — DPRD Kota Samarinda mulai mematangkan langkah penanganan penyakit menular melalui penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS.
Sosialisasi raperda inisiasi DPRD tersebut digelar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, sebagai bagian dari upaya memperkuat substansi regulasi sejak tahap awal.
Kegiatan yang berlangsung di Teras Alam Ulin ini dihadiri sekitar 130 peserta dari berbagai kalangan.
Anggota DPRD Samarinda, Harminsyah, menegaskan bahwa penyusunan raperda ini menjadi langkah penting dalam menghadapi ancaman penyakit menular yang masih berisiko tinggi bagi masyarakat.
Menurutnya, Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit yang mudah menular melalui udara dan dapat menyerang siapa saja, terutama jika tidak terdeteksi sejak dini. Sementara HIV/AIDS memiliki dampak jangka panjang terhadap sistem kekebalan tubuh, yang jika tidak ditangani dengan baik dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.
“Kedua penyakit ini bukan hanya soal kesehatan individu, tapi juga berdampak pada lingkungan dan masyarakat luas. Karena itu perlu penanganan yang serius dan terstruktur,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tanpa langkah pencegahan yang kuat, penyakit menular tersebut berpotensi terus menyebar dan menjadi beban kesehatan daerah.
Melalui raperda ini, DPRD ingin memastikan adanya payung hukum yang jelas untuk memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan yang berkelanjutan.
Selain itu, sosialisasi juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, sekaligus mengurangi stigma terhadap penderita yang kerap menjadi hambatan dalam penanganan.
“Edukasi itu penting. Jangan sampai masyarakat takut memeriksakan diri karena stigma. Padahal deteksi dini justru bisa menyelamatkan,” tegas Harminsyah.
DPRD Samarinda berharap raperda ini nantinya mampu mendorong sistem penanganan yang lebih terintegrasi dan efektif, sehingga penyebaran penyakit dapat ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat.(*/adv/rif/kaltimnews.co)