KALTIMNEWS.CO — Komitmen untuk memperkuat sektor kebudayaan di Kota Samarinda terus didorong oleh DPRD sebagai bagian dari upaya membangun identitas daerah sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif.
Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam memberikan perhatian yang lebih menyeluruh terhadap sektor seni dan budaya, termasuk dukungan bagi komunitas yang telah menunjukkan prestasi.
Salah satu contoh yang disoroti adalah kiprah Borneo Cantata, kelompok seni yang telah mengharumkan nama daerah namun masih menghadapi tantangan dalam hal pembiayaan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi refleksi bahwa ekosistem kebudayaan membutuhkan dukungan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Pemerintah tidak bisa hanya fokus pada pembangunan fisik. Kita juga harus memastikan apa yang sudah ada bisa dirawat dan dikembangkan,” ujarnya.
DPRD menilai, sejumlah aset budaya yang dimiliki Samarinda memiliki potensi besar jika dikelola secara optimal. Namun, tanpa perawatan yang memadai, potensi tersebut dikhawatirkan tidak berkembang maksimal.
Selain itu, penguatan sektor kebudayaan juga dinilai dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya melalui pengembangan destinasi berbasis budaya.
Celni menambahkan, pengelolaan museum, rumah adat, serta ruang-ruang budaya lainnya perlu didorong dengan pendekatan manajemen yang lebih modern dan profesional.
Dengan langkah tersebut, sektor kebudayaan tidak hanya menjadi simbol identitas daerah, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan.
DPRD Samarinda berharap sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat dapat terus diperkuat, sehingga potensi budaya lokal dapat berkembang dan memberi manfaat nyata bagi daerah. (*/adv/rif/kaltimnews.co)