Skip to content

Diguyur Hujan Deras, GSSB KKSS Tetap Bagikan 550 Kotak Nasi Kuning

Dipublikasikan: 12 Jun 2026, 13:36
Diguyur Hujan Deras, GSSB KKSS Tetap Bagikan 550 Kotak Nasi Kuning

KALTIMNEWS.CO – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak menjelang subuh pada Jumat, 12 Juni 2026, tidak menghalangi langkah ratusan anggota Komunitas Gerakan Salat Subuh Berjamaah (GSSB) KKSS untuk menjalankan aksi sosial rutin mereka.

Usai melaksanakan Salat Subuh Berjamaah di Masjid Islamic Centre Samarinda, para anggota komunitas langsung bergerak menuju titik pembagian nasi kuning yang dipusatkan di depan kediaman H. Muhammad Nasir, Jalan Ulin Nomor 15, NSR Building, Samarinda.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.15 Wita itu berlangsung di tengah cuaca yang masih diguyur hujan. Meski demikian, para relawan tetap membagikan ratusan paket makanan kepada pengguna jalan, warga sekitar, jamaah masjid, hingga masyarakat yang membutuhkan.

Pada pelaksanaan Berkah Jumat kali ini, Komunitas GSSB KKSS Samarinda menyalurkan 300 kotak nasi kuning, sedangkan Komunitas GSSB KKSS Pasar Pagi Samarinda membagikan 250 kotak. Total sebanyak 550 kotak nasi kuning disalurkan kepada masyarakat.

Sebagian paket didistribusikan kepada jamaah masjid. Sebagian lainnya disalurkan kepada warga sekitar Jalan Ulin serta para santri tahfiz Al-Qur'an di kawasan Kahoi yang selama ini menjadi penerima manfaat tetap dari program sosial komunitas tersebut.

Ketua GSSB, H. Muhammad Nasir, mengatakan kegiatan berbagi merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai kepedulian sosial yang tumbuh dari gerakan Salat Subuh Berjamaah.

"Alhamdulillah, meskipun hujan cukup deras sejak subuh, teman-teman tetap hadir dan tetap semangat. Ini menunjukkan bahwa semangat berbagi tidak boleh terhenti oleh kondisi cuaca. Kami berharap apa yang dilakukan hari ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota GSSB," kata Nasir.

Menurut dia, program Berkah Jumat tidak hanya bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Bantah Tuduhan Pencitraan

Di balik konsistensi kegiatan sosial tersebut, GSSB tak luput dari berbagai penilaian publik. Salah satunya adalah tudingan bahwa komunitas tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pencitraan pribadi saat kontestasi pemilihan Ketua KKSS Kalimantan Timur.

Namun tudingan itu dibantah oleh salah seorang jamaah GSSB yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurut dia, kegiatan GSSB telah berjalan jauh sebelum proses pemilihan Ketua KKSS berlangsung dan tetap berjalan setelah seluruh tahapan organisasi selesai.

"Kalau ada yang mengatakan GSSB hanya kendaraan pencitraan Pak Nasir saat maju sebagai Ketua KKSS, saya rasa itu tidak sesuai dengan fakta yang kami lihat. Kegiatan ini sudah berlangsung lama dan tetap berjalan sampai sekarang. Bahkan setelah pemilihan selesai, program-program sosial dan Salat Subuh Berjamaah tetap dilaksanakan seperti biasa," ujarnya.

Ia mengatakan sebagian besar anggota bergabung karena kesamaan semangat dalam memakmurkan masjid dan menjalankan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Yang kami lakukan ini ibadah. Kami ingin mengajak orang mencintai masjid, menjaga silaturahmi, dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Kalau masyarakat merasakan manfaatnya, itu yang paling penting," katanya.

Dari Masjid ke Aksi Sosial

Dalam beberapa tahun terakhir, GSSB dikenal sebagai komunitas yang menggabungkan aktivitas keagamaan dengan gerakan sosial. Kegiatan Salat Subuh Berjamaah menjadi titik awal berbagai program yang kemudian berkembang menjadi aksi berbagi makanan, bantuan kepada santri, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Bagi anggota komunitas ini, keberhasilan sebuah gerakan tidak diukur dari seberapa besar sorotan yang diterima, melainkan dari konsistensi manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Karena itu, ketika hujan turun deras pada Jumat pagi, aktivitas mereka tidak berhenti. Sebaliknya, ratusan kotak nasi kuning tetap berpindah tangan, dari para relawan kepada warga yang mereka temui di jalanan Kota Samarinda.

Usai kegiatan selesai, anggota GSSB melanjutkan kebersamaan melalui sarapan bersama di Warung Sop Saudara dan Coto Makassar di Jalan Teuku Umar, Samarinda.

Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, kegiatan itu menjadi pengingat bahwa aksi sosial sering kali lahir dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dan pada Jumat pagi yang basah itu, 550 kotak nasi kuning menjadi simbol kecil dari upaya menjaga semangat berbagi di tengah masyarakat. (rif/kaltimnews.co)