Skip to content

Usai Muswil Penuh Drama, Muslimin Ajak Dua Kubu KKSS Kaltim Bersatu Kembali

Dipublikasikan: 02 Jun 2026, 17:57
Usai Muswil Penuh Drama, Muslimin Ajak Dua Kubu KKSS Kaltim Bersatu Kembali

KALTIMNEWS.CO — Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Timur telah berakhir. Setelah melalui proses panjang yang diwarnai persaingan ketat hingga perhitungan suara terakhir, forum akhirnya menetapkan Ridwan Tasa sebagai Ketua BPW KKSS Kaltim periode mendatang dengan keunggulan tipis atas pesaingnya, H Muhammad Nasir.

Bagi sebagian warga KKSS, hasil itu menandai berakhirnya satu kontestasi. Namun bagi organisasi, pekerjaan yang sesungguhnya justru baru dimulai: menyatukan kembali seluruh elemen setelah kompetisi yang menyita perhatian dan energi selama berbulan-bulan.

Muswil kali ini memperlihatkan dinamika demokrasi yang hidup di tubuh KKSS. Dua kandidat sama-sama memiliki basis dukungan kuat. Persaingan berlangsung terbuka dan memunculkan pembelahan pilihan yang terlihat hingga tingkat daerah. Situasi tersebut lazim dalam organisasi besar yang memiliki jumlah anggota dan jaringan luas.

Karena itu, seruan rekonsiliasi yang disampaikan Ketua BPD KKSS Samarinda, H Muslimin, menjadi relevan. Menurut dia, perbedaan pilihan selama Muswil merupakan hal yang wajar, tetapi menjaga persatuan organisasi setelah pemilihan jauh lebih penting.

"Kita tentunya menginginkan kedua kubu ini kembali bersatu. Walaupun saat pemilihan masing-masing melabuhkan dukungannya kepada kandidat yang berbeda, sekarang saatnya bersama-sama membangun KKSS," kata Muslimin.

Pernyataan tersebut mencerminkan tantangan yang hampir selalu muncul setelah sebuah kontestasi berakhir. Semakin ketat persaingan, semakin besar pula kebutuhan untuk membangun kembali komunikasi dan kepercayaan di antara para pendukung kandidat yang bertarung.

Di banyak organisasi kemasyarakatan, kemenangan dalam pemilihan sering kali dianggap sebagai garis akhir. Padahal, kemenangan sesungguhnya adalah kemampuan merangkul pihak yang berbeda pilihan agar tetap merasa menjadi bagian dari rumah besar yang sama. Tanpa itu, organisasi berisiko terseret dalam polarisasi berkepanjangan yang menguras energi dan menghambat program kerja.

KKSS Kaltim memiliki modal sosial yang besar. Organisasi ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi warga Sulawesi Selatan di Kalimantan Timur, tetapi juga berperan dalam berbagai kegiatan sosial, ekonomi, pendidikan, hingga kemanusiaan. Peran tersebut hanya dapat berjalan optimal jika seluruh unsur organisasi bergerak dalam satu arah.

Karena itu, hasil Muswil semestinya dipandang sebagai mandat kolektif, bukan kemenangan satu kelompok atas kelompok lain. Kepemimpinan baru membutuhkan dukungan seluruh komponen organisasi, termasuk mereka yang berada di barisan kandidat yang kalah.

Muswil telah selesai. Kotak suara sudah ditutup. Yang tersisa kini adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan perbedaan yang muncul selama kompetisi tidak berubah menjadi jarak yang memecah persaudaraan.

Seperti diingatkan Muslimin, menjaga KKSS sebagai rumah bersama jauh lebih penting daripada mempertahankan sekat-sekat yang lahir dari sebuah pemilihan. Sebab kekuatan organisasi pada akhirnya tidak diukur dari siapa yang menang dalam Muswil, melainkan dari kemampuan seluruh warganya tetap berjalan bersama setelah kontestasi berakhir. (rif/kaltimnews.co)